Berita

Eddy Sindoro/Net

Hukum

Petugas Imigrasi Bantu Loloskan Eddy Sindoro

Dakwaan Perkara Lucas
KAMIS, 08 NOVEMBER 2018 | 10:25 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Advokat Lucas didakwa merintangi penyidikan KPK terhadap Eddy Sindoro, tersangka suap pengurusan perkara di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

"Telah melakukan atau turut serta melakukan dengansengaja mencegah, merintangi atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan terhadap tersangka atau­pun saksi dalam perkara korupsi," Jaksa KPK Abdul Basir membacakan dak­waan di Pengadilan Tipikor Jakarta kemarin.

Pada 4 Desember 2016, Eddy menghubungi Lucas dan menyampaikan akan menjalani proses hukum di KPK. Lucas menyarankan Eddy tak kembali dan me­lepaskan status warga negaraIndonesia. Kemudian mem­buat paspor negara lain agar terbebas dari proses hukum di KPK.


Atas saran Lucas, Eddy membuat paspor palsu Republik Dominika dengannama Eddy Handoyo Sindoro. Ia dibantu Jimmy.

Pada 5 Agustus 2018, Eddy berangkat dari Bangkok, Thailand ke Malaysia. Ketika akan kembali ke Bangkok pada 7 Agustus 2018, ia ditangkap petugas imigrasi Bandara Internasional Kuala Lumpur, karenaketahuan pakai paspor palsu.

Eddy dinyatakan ber­salah dan dihukum 3 bulan penjara atau bayar denda 3 ribu Ringgit. Eddy ju­ga bakal dideportasi ke Indonesia.

Lucas menyusun rencana menerbangkan Eddy ke Bangkok—setelah dideportasi—tanpa diketahui imi­grasi. Ia minta bantuan Dina Soraya menyiapkan tiket Jakarta-Bangkok untuk Eddy, Jimmy dan Michael, anak Eddy.

Untuk menjemput Eddy dan menerbangkannya ke luar negeri tanpa lewat imi­grasi, Dina minta bantuan Dwi Hendro Wibowo alias Bowo, bekas Passenger Officer Angkasa Pura II.

Dina menjanjikan im­balan Rp 250 juta. Dina lalu menyerahkan 33 ribu dolar Singapura kepada Bowo. Uang itu dari staf Lucas.

Pada 29 Agustus 2018, Eddy dideportasi dengan pesawat AirAsia. Dina me­nyuruh Bowo membeli tiket penerbangan Garuda GA0866 untuk Eddy, Jimmy dan Michael.

Bowo menyuruh M Ridwan, staf Customer Service Gapura mencetak boarding pass untuk Eddy, Jimmy dan Michael. Bowo juga mengatur petugas imigrasi Andi Sofyar stand by di area imigrasi Terminal 3 untuk pengecekan status cekal Eddy. ***

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Bakom RI Gandeng Homeless Media Perluas Komunikasi Pemerintah

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:17

Bakom Rangkul Homeless Media, Komisi I DPR: Layak Diapresiasi tetapi Tetap Harus Diawasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:12

Israel Kucurkan Rp126 Triliun demi Pulihkan Citra Global yang Kian Terpuruk

Kamis, 07 Mei 2026 | 14:11

Teguh Santosa: Nuklir Jangan Dijadikan Alat Tawar Politik Global

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:55

AS-Iran di Ambang Kesepakatan Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:34

LHKPN Prabowo dan Anggota Kabinet Merah Putih Masih Tahap Verifikasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:22

Apa Itu Homeless Media Dan Mengapa Populer Di Era Digital Saat Ini

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

Tangguh di Level 7.117, IHSG Menguat 0,36 Persen di Sesi I

Kamis, 07 Mei 2026 | 13:13

China dan Iran Gelar Pertemuan Penting Bahas Situasi Timur Tengah

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:46

Industri Film Bisa jadi Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kamis, 07 Mei 2026 | 12:15

Selengkapnya