Berita

Hanafi Rais/RMOL

Politik

Pengamat: Wajar Jika Ada Dinasti Di PAN

SELASA, 06 NOVEMBER 2018 | 11:33 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

. Wacana menaikan Hanafi Rais untuk menggantikan Taufik Kurniawan sebagai Wakil Ketua DPR semakin mengemuka.

Peran sang ayah yang merupakan pendiri PAN sekaligus tokoh senior, Amien Rais begitu menonjol dalam prosesi pengangkatan tersebut.

Pihak PAN berdasarkan rapat internalnya menyatakan sudah mengerucut satu nama, di mana Hanafi Rais menjadi sosok kuat dalam nama tersebut.


Menurut pengamat politik dari universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komaruddin, menjadi hal yang wajar politik dinasti terjadi di Indonesia.

"Ketika Amien Rais mengakukan Hanafi Rais sebagai Wakil Ketua DPR itu wajar dan sah-sah saja karena tidak pernah diatur dalam UUD kita mengenai role of the game soal dinasti tersebut," kata Ujang kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (6/11).

Sambung Ujang, yang terpenting di sini adalah kapabilitas dari sosok keluarga yang diajukan. Terkait Hanafi Rais, dia menilai juga dari kemampuannya.

"Jadi kalau Amien Rais itu KKN bila ternyata yang diajukan dalam hal ini Hanafi Rais tidak memiliki manajerial dan kapabilitas yang mumpuni," imbuhnya.

Hampir di setiap partai, lanjut dia selalu ada politik dinasti. Bahkan di negara yang maju demokrasinya seperti Amerika Serikat juga demikian.

"Jadi wajar kalau masyarakat mengkritik Amien Rais telah membangun KKN di PAN, makannya di sini perlu pembuktian dari Hanafi Rais untuk menjawabnya," pungkas dia. [rus]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Transformasi Besar-besaran Prabowo Bikin Banyak Orang Kaget

Minggu, 21 Juni 2026 | 14:14

Wapres AS Tiba di Swiss untuk Perundingan Damai dengan Iran

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:50

KPK Ungkap Modus Pinjam Bendera di Proyek Gedung Pemkab Lamongan

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:19

Prabowo Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-65 untuk Jokowi Lewat Instagram

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:05

Tidak Kena Pajak Daerah, Lapangan Golf Senayan Ottolima Layak Dievaluasi

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:04

Pemerintah Sambut Kritik Mahasiswa sebagai Penyempurna Kebijakan

Minggu, 21 Juni 2026 | 13:00

Nanik S. Deyang Dituntut Audit Total BGN dan Program MBG

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:32

Pemerintah Harus Siapkan Solusi Jangka Panjang Usai Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:24

KPK-Pemprov DKI Sebarkan Pesan Antikorupsi Lewat Halte Setiabudi Integritas

Minggu, 21 Juni 2026 | 12:22

Seskab dan Kepala BNN Diskusikan Ancaman Peredaran Narkoba Lewat Vape

Minggu, 21 Juni 2026 | 11:59

Selengkapnya