Berita

M. Syaugi/Net

Politik

Viral, Air Mata Kepala Basarnas Di Hadapan Keluarga Korban

SELASA, 06 NOVEMBER 2018 | 10:57 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI M. Syaugi memaparkan pelaksanaan operasi SAR Lion Air Lion Air PK-LQP sejak hari pertama hingga hari ketujuh kepada keluarga korban di Ibis Hotel Central, Cawang, Jakarta, Senin (5/11) kemarin.

Saat closing statement, setelah perwakilan keluarga memberikan apresiasi kepada Basarnas termasuk menyampaikan unek-unek mereka, Kepala Basarnas tidak kuasa menahan rasa harunya.

"Kami memahami, bahwa kami bukan manusia super, bukan manusia yang sempurna. Kami tetap berusaha sekuat tenaga dengan apa yang kami miliki, kami yakin bisa mengevakuasi seluruh korban. Bapak ibu..," kata Syaugi terputus.


Beberapa saat terdiam, Kepala Basarnas menunduk. Tersirat jelas rasa haru di wajahnya. Suasana pun hening untuk beberapa saat. Kepala Basarnas menyeka air matanya, kemudian dengan suara parau melanjutkan closing statement.

"Setiap hari melihat,...saya di lapangan, di laut,... maaf,... saya serius melaksanakan operasi pencarian ini, saya tidak menyerah,..." ujar Syaugi kembali terhenti.

Spontan, keluarga korban dan seluruh yang hadir memberikan applaus (tepuk tangan) untuk menyemangati Basarnas.

"Mudah-mudahan, dengan waktu yang ada ini, kami tetap all out. Walauapun sampai sepuluh hari nanti, kalaupun masih ada kemungkinan untuk bisa ditemukan, saya yakin, bahwa saya akan terus untuk mencari saudara-saudara saya ini. Saya minta doanya, kepada bapak ibu sekalian untuk kita kuat, untuk melaksanakan tugas-tugas yang mulia ini. Terima kasih," pungkas Syaugi.

Kini, video air mata Kepala Basarnas untuk keluarga korban itu jadi viral. Video yang diunggah CNN Indonesia di akun Youtube ditonton lebih 1 juta kali. Berdurasi 2.18 menit, video itu juga banyak diposting dan ramai ditanggapi di akun media sosial seperti Facebook dan Twitter.

"Mari semua doakan yang terbaik untuk para korban, keluarga korban, para relawan, dan tim Basarnas @SAR_NASIONAL. Kami tahu ini sulit, butuh kesabaran dan kekuatan," kata netizen Heni Unique di akun @heniunique.

"Semoga semua yang sedang berjuang dalam pencarian korban selalu diberikan kesehatan dan tetap dalam lindungan Allah SWAT. Amin," ujar pemilik akun @dimazyanuar1.

"Tetap semangat BASARNAS,usaha dan perjuangan bapak2 sekalian lebih berharga dari apapun juga bagi keluarga para korban. Salam hormat saya," sebut pemilik akun @TumburSitorus1 ikut menanggapi.

Sementara pemilik akun Bunda Alvin menilai, tim Basarnas sudah bekerja maskimal, bahkan ada penyelam atas nama Syachrul Anto yang meninggal dunia.

"Semua tim Basarnas sudah melakukan yang terbaik, kerja keras 24 jam. Bahkan ada penyelam yang meninggal juga. Semoga apa yang kalian lakukan dibalas Allah SWT. Saya yakin, semua tim Basarnas juga ingin menemukan semua korban, tapi berhubung keadaan jenazah yang sudah tidak utuh, sangat menyulitkan pencarian. Semoga untuk kekuarga korban diberi ketabahan dan keikhlasan atas musibah ini. Amin," ungkapnya.

Dan diantara komentar-komentar tersebut, ada yang menyeret ke ranah politik.

"Tolong orang-orang yang seperti ini saja yang jadi orang-orang DPR donk," kata Ferdian Khalif Rahmadani di akun @FerdianKR.

"Sayangnya orang-rang kayak gini malah gak mau jadi anggota DPR," timpal Arumtaka di @sugrivamusic. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya