Berita

Seno Samodro/Net

Politik

Prabowo Tidak Menghina, Justru Bupati Boyolali Yang Tendensius

SENIN, 05 NOVEMBER 2018 | 15:38 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

. Bupati Boyolali, Seno Samodro merasa tersinggung dengan ucapan Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto mengenai "Tampang Boyolali". Dia mengerahkan massa dan sekuat tenaga agar masyarakat Boyolali tidak memilih Prabowo.

Menurut politisi PAN, Yandri Susanto, ucapan Bupati Boyolali yang menyebut Prabowo dengan sebutan binatang justru lebih tendensius dibanding ucapan Prabowo sendiri.

"Sebenarnya enggak ada nada ataupun kata-kata Pak Prabowo yang tujuannya menghina orang Boyolali, justru sekarang orang-orang yang sok membela orang Boyolali justru mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas, terutama Bupati Boyolali, yang mengatakan Prabowo "as*"," kata Yandri saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Senin (5/11).


Sementara ucapan Bupati Boyolali yang juga politisi PDIP itu sudah mengandung ujaran kebencian sebagaimana yang diatur dalam UU ITE. Yandri menyatakan pihaknya akan melaporkan Bupati Boyolali atas pernyataannya itu.

"Menurut saya itu lebih tendensius dan melakukan ujaran kebencian, kita akan melaporkan itu kepada aparat kepolisian dan Bawaslu," tambahnya.

Anggota Komisi II DPR itu mengimbau untuk memaknai maksud Prabowo secara lebih luas harus melihat rekaman video secara keseluruhan. Tidak boleh sepotong-potong sebagaimana yang kini disebarkan oleh para haters-nya.

"Kalau Pak Prabowo menyampaikan itu kan, coba dilihat banyak sekali di youtube atau pun media sosial lengkap pidato Pak Prabowo dan enggak ada nada ataupun niat kemudian melakukan penghinaan kepada orang Boyolali," bebernya. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya