Berita

Foto/Net

Bisnis

Impor Jagung Udah Pasti, Beras Belum

SENIN, 05 NOVEMBER 2018 | 09:55 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Kabinet Kerja akhirnya mengabulkan permintaan impor jagung untuk pakan ternak. Ren­cananya, impor dilakukan seki­tar 50 ribu hingga 100 ribu ton. Realisasinya, akan dilakukan sebelum tahun baru 2019.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Per­dagangan (Kemendag) Oke Nurwan mengungkapkan, kepu­tusan impor jagung diputuskan dalam rapat koordinasi terbatas (rakornas) yang dipimpin Men­teri Koordinator Bidang Pereko­nomian Darmin Nasution. Dalam rapat ini hadir pejabat penting terkait, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Menteri Pertanian Amran Sulaeman dan Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso.

"Impor jagung dilakukan untuk menekan harga jual jagung yang tinggi di pasar. Untuk jumlahnya belum diputuskan. Impor akan dilakukan Bulog," ungkap Oke kepada Rakyat Merdeka, pada akhir pekan.


Oke menerangkan, jagung impor ditujukan untuk peter­nak mandiri. Harganya akan dijual sesuai harga acuan yang ditetapkan Kemendag dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) 58 Tahun 2018 tentang Penetapan Harga Acuan di Petani dan Harga Acuan Penjualan di Konsumen. Dalam beleid tersebut, harga acuan penjualan jagung ke konsumen adalah Rp 4.000 per kilogram (kg). Harga itu lebih rendah dari harga jagung di pasar saat ini di kisaran Rp 5.200 sampai Rp 5.600 per kg.

Oke membantah pemerintah sekarang mudah memutuskan impor pangan. "Impor diputus­kan melihat kondisi di lapangan, mendengarkan masukan peter­nak, dan melihat kebutuhan. Jadi impor tidak tiba-tiba," tegasnya.

Seperti diketahui, dalam sebulan terakhir, peternak menge­luhkan harga jagung yang terus melambung. Mereka khawatir jika harga jagung tidak turun akan menyebabkan harga harga ayam dan telur naik.

Bagaimana soal desakan agar pemerintah impor beras? Oke memastikan belum ada keputu­san untuk impor lagi. "Sampai akhir tahun ini tidak akan ada lagi impor beras. Kan hitungan BPS (Badan Pusat Statistik) surplus," terang Oke.

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Bambang Sugi­harto yakin stok beras nasional mencukupi hingga tahun 2019 mendatang. "Beras surplus 2,85 juta ton. Jika ditambah stok beras Bulog saat ini sebanyak 2,4 juta ton artinya beras cukup aman hingga pertengahan 2019. Itu belum termasuk tambahan panen raya yang akan terjadi pada akhir Januari hingga April 2019," ungkap Bambang.

Direktur Utama Perum Bu­log Budi Waseso memastikan pihaknya akan terus menjaga ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilisasi harga beras. Menu­rutnya, pihaknya memiliki stok 2,4 juta ton.

"Beras itu siap digelontorkan baik untuk keperluan penang­gulangan bencana alam maupun intervensi pasar untuk menjaga stabilisasi harga," tegas Buwas-sapaan akrabnya. ***

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

KPK Panggil PNS dan Karyawan Swasta di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:21

Kapolda Riau: Penghargaan Nugraha Sakanti Prestasi Seluruh Personel

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:20

Mahfud MD Ajak Masyarakat Tetap Cintai Polri Seburuk Apa Pun Kinerjanya

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:16

KPK Panggil Sejumlah Pejabat Imigrasi di Kasus Pemerasan Silmy Karim

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:10

KPK Masih Periksa Bupati Kuansing Suhardiman Amby

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:48

Audit Dugaan Penyimpangan Impor Sianida PPI, KPK dan BPKP Didesak Turun Tangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:39

Komisi I DPR Ungkap Alasan Draf RUU KKS Belum Dibuka ke Publik

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:35

Bos Maktour yang Juga Mertua Dito Ariotedjo Dipanggil KPK

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:21

Masih Penyesuaian Sistem, Pajak Olshop di Marketplace Berlaku Mulai 1 Agustus

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:16

Prabowo Layak Dicontoh Bagi Siapa Pun yang Ingin Jadi Presiden

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:01

Selengkapnya