Berita

Foto/Net

On The Spot

Pendaftaran Rumah DP 0 Diminati Warga Jakarta

Di Kantor Wali Kota Jakarta Utara
SENIN, 05 NOVEMBER 2018 | 09:33 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pemprov DKI resmi membuka pendaftaran kredit rumah dengan uang muka atau down payment (DP) Rp 0. Pendaftaran dapat dilakukan di masing-masing kantor Wali Kota dan kantor Dinas Perumahan DKI, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Jumat (2/11), loket Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, terlihat lebih ramai dari biasanya. Selain diramaikan oleh warga yang ingin mengurus berbagai keperluan, hari itu, loket PTSP juga didatangi warga yang ingin mencari informasi mengenai program rumah DP Rp 0.

Dari pengamatan, proses sosialisasi untuk pendaftaran sudah mulai terlihat dari pintu masuk menuju loket PTSP. Di bagian depan terdapat spanduk yang berisi syarat dan tata cara mendaftar untuk mengikuti pro­gram yang juga disebut Solusi Rumah Warga (Samawa) ini.


Selain itu, terdapat sebuah meja yang dijaga petugas dari Kantor Wali Kota Jakarta Utara. Puluhan warga yang ingin mencariinformasi mengenai program tersebut, bertanya kepada petugas yang berjaga di meja itu.

Masuk ke bagian dalam, warga mesti mengambil nomor antrean terlebih dahulu. Saat itu, kursi-kursi yang disediakan sudah dipadati warga. Begitu nomor antrean dipanggil, mereka mendatangi meja petugas PTSP dan mendengarkan dengan serius penjelasan mengenai program Samawa.

Kaswanto, warga Jakarta Utara, berminat mengikuti pro­gram rumah DP Rp 0. Hari itu, dia jadi salah satu warga yang datang ke loket PTSP Kantor Wali Kota Jakarta Utara. Tak ada berkas-berkas persyaratan yang dibawanya. Niatnya hari itu, hanya ingin memperoleh infor­masi terkait program Samawa.

"Saya mau nanya soal rumah DP Rp 0. Saya tak bawa persyaratan apa-apa. Karena memang niatnya cuma mau tanya-tanya dulu. Tahunya lumayan ramai ju­ga yang datang," ujar Kaswanto saat ditemui.

Hari itu, Kaswanto memperoleh formulir pendaftaran. Formulir itu diisi data yang diper­lukan. Selanjutnya, Kaswanto akan kembali lagi ke PTSP Kantor Wali Kota Jakarta Utara untuk melengkapi berkas yang diperlukan.

"Tadi isi formulir dan sudah dapat informasi apa saja yang diperlukan untuk daftar. Hari Senin (5/11), saya balik lagi ke loket PTSP Kantor Wali Kota Jakarta Utara ini," jelas Kaswanto.

Pria tersebut mengaku, hingga saat ini belum memiliki rumah. Sejauh ini, Kaswanto mengon­trak rumah untuk tempat tinggal dia dan keluarganya. Makanya, dia bersemangat untuk bisa mengikuti program tersebut.

"Saya juga sudah pernah lihat unit contohnya di Klapa Village. Tak apa-apa bentuknya bukan rumah tapak. Kalau di­lihat, lumayan. Lagian capek juga puluhan tahun ngontrak terus," ucapnya.

Warga lainnya, Siti juga da­tang ke PTSP Kantor Wali Kota Jakarta Utara. Dia mengaku pe­nasaran dengan program rumah DP Rp 0. "Kami kan ngontrak, ingin juga punya rumah sendiri. Ada program ini coba daftar," ujar Siti.

Siti mengatakan, belum me­nentukan tipe rumah yang akan dipilihnya. "Ini kan ada tipe 21 dan 36. Nanti diomongin dulu baiknya yang mana sama kelu­arga, kebetulan saya ada anak tiga," kata Siti.

Masih di tempat sama, Yusran, warga Jakarta Utara lainnya puntertarik memiliki rumah dari pro­gram rumah DP Rp 0. Dirinya mengatakan, sudah capek mengontrak rumah sebesar Rp 700 ribu per bulan.

"Kalau ini kan cicilan 1.1 juta per bulan. Saya rasa lebih baik ambil," ujar Yusran.

Yusran menambahkan, meskipun bekerja sebagai petu­gas keamanan dengan gaji hanya Rp 3,2 juta per bulan, dia merasa perlu untuk meningkatkan taraf kehidupannya.

"Saya sudah tua, ingin punya rumah buat masa tua. Saya mau coba mengajukan biar enak kedepannya," ucapnya.

Di Kantor Wali Kota Jaktim Juga Ramai

Selain di PTSP Kantor Wali Kota Jakarta Utara, keramaian juga terlihat di PTSP Kantor Wali Kota Jakarta Timur.

Sri Sugiarti, salah seorang warga yang mendatangi PTSP tersebut, mengaku tertarik memiliki rumah DP Rp 0, meski belum sekali pun dia melihat rumah yang masih dalam pembangunan itu.

"Belum pernah lihat, tapi tertarik. Gimana tak tertarik, tak ada DP. Ini kan ringan banget. Seperti suami saya yang dapat gaji bulanan, bisa bayarnya ka­lau cuma satu jutaan sebulan," ucap Sri, saat ditemui.

Sri menceritakan, seluruh syarat yang diwajibkan, sejauh ini dapat dipenuhi. Hanya saja untuk pengajuan, harus menggu­nakan nama sang suami karena memiliki penghasilan bulanan sebagai sekuriti sebuah bank.

Sementara itu, warga Rawa Badak Utara, Santi Supriatini, mengaku tertarik memiliki rumah DP Rp 0 karena masih tinggaldi rumah orangtua. Meski lokasinya berada di Jakarta Timur, hal itu tidak menyurutkan antusiasmenya.

Santi menuturkan, dia mengeta­hui informasi pendaftaran rumah DP Rp 0 dari sang adik yang sedang mengurus perizinan di Kantor Wali Kota Jakarta Utara. "Ya tertarik saja. Kan lumayan ya bisa punya rumah sendiri. Mudah-mudahan kenyataan di lapangan soal biaya dan lain-lain sesuai dengan promosinya," kata Santi.

Kepala Suku Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Jakarta Timur Suharyanti mengatakan, warga yang memenuhi syarat adalah minimal tinggal li­ma tahun di Jakarta dan ber-KTP DKI. Selain itu, warga tersebut juga belum memiliki rumah, dibuktikan dengan belum ada pembayaran pajak rumah.

"Jika itu dipenuhi, maka merekaakan lulus tingkat per­tama dalam proses pendaftaran," terangnya.

Latar Belakang
Pendaftaran Dibuka Hingga 20 November


 Pendaftaran Program Rumah DP 0 Rupiah atau Solusi Rumah Warga (Samawa) dibuka mulai Kamis (1/11) hingga 20 November. Warga Jakarta bisa mendaftarkan diri di setiap Kantor WaliKota dan Bupati di DKI Jakarta.

Dikutip dari akun Twitter resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, @DKIJakarta, warga bisa mendaftarkan diri secara mandiri atau melalui loket pendaftaran Program Rumah DP 0 Rupiah yang beroperasi pukul sembilan pagi hingga dua siang.

Adapun loket-loket pendaf­taran tersebut berada di setiap kota di Jakarta. Di Jakarta Pusat, berada di dalam Gedung PTSP Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, sisi kiri dari pintu masuk.

Di Jakarta Barat, berada di lantai dasar Blok B di lobby utama sisi kanan pintu masuk Kantor Wali Kota Jakarta Barat. Di Jakarta Selatan, berada di lantai dasar lobby Blok AKantor Wali Kota Jakarta Selatan.

Lebih lanjut, Jakarta Utara, berada di dalam Gedung PTSP Kantor Wali Kota Jakarta Utara. Untuk Jakarta Timur berada di lantai dasar lobby Blok Adi samping Bank DKI Kantor Wali Kota Jakarta Timur.

Selanjutnya, di Kepulauan Seribu, berada di dalam Gedung PTSP Kantor Bupati Kepulauan Seribu di Pulau Pramuka. Terakhir, di Kantor Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi DKI Jakarta, Kompleks Dinas Teknik Jatibaru, Jalan Taman Jatibaru No. 1, Jakarta Pusat.

Ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi. Persyaratan itu yakni, pemohon membawa KTP (pemohon dan pasangan), NPWP pemohon, formulir per­mohonan yang bisa didapat di loket, dan materai Rp 6.000.

Setelah mendaftar, pemohon akan melewati tahap seleksi, yakni verifikasi pemerintah daerah(Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta) dan verifikasi oleh bank pelaksana (Bank DKI).

Program DP 0 Rupiah ini memiliki skema waktu cicilan hingga maksimal 20 tahun, den­gan besaran cicilan maksimal Rp 2,6 juta setiap bulannya. Program ini dirancang untuk warga berpenghasilan Rp 4 juta hingga Rp 7 juta per bulan.

Dalam program ini, hanya ada sekitar 780 unit rumah yang dibangun. Jumlah unit yang tersedia sepertinya tidak seband­ing dengan banyaknya warga yang ingin mendapatkan rumah tersebut. Sehingga, Pemprov DKI akan melakukan seleksi secara ketat.

"Yang paling utama itu kerjaan harus jelas, dilihat BI checking­nya, terus tak ada masalah apa-apa. Nanti dicek kontrakannya di mana dia tinggal, yang diutama­kan yang tidak punya rumah dan data-datanya bagus, pekerjaan jelas pasti kepilih," kata salah seorang petugas marketing pro­gram rumah DP Rp 0.

Untuk fasilitas di rumah DP Rp 0 ini tidak terlalu istimewa. Klapa Village yang berada di sisi TPU Pondok Kelapa itu nantinya hanya akan dilengkapi lahan parkir dan tempat bermain anak saja.

Sedangkan untuk rumahnya sendiri, terdiri dari dua tipe. Tipe 21 dan 36. Bagian dalam rumah pun standar rumah susun dengan dua kamar tidur, dapur dan ruang keluarga yang me­nyatu, serta kamar mandi beru­kuran kecil. ***

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Korban Jiwa Gempa NTT Bertambah jadi 53 Orang, 135 Warga Luka-Luka

Minggu, 16 Agustus 2026 | 20:27

Rusak Berat Diguncang Gempa, Hotel Jayakarta Suites Komodo Flores Tutup Sementara

Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:43

SBY Minta Maaf

Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:15

Tembus Jalur Laut, Bantuan Gempa M 7,7 Disalurkan ke Pulau Palue Sikka

Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:47

Polri Terbangkan 10 Anjing K9 untuk Cari Korban Gempa NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:12

3,4 Ton Logistik untuk NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:50

Reza Aulia Diberhentikan, Kursi Direktur Niaga Garuda Kosong

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:40

Kemendikdasmen Jangan Lamban Merespons Gempa NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:04

Retorika Janji Kemerdekaan

Minggu, 16 Agustus 2026 | 16:35

Jalur Alternatif Darat Penghubung Ende-Nagekeo Masih Terputus

Minggu, 16 Agustus 2026 | 15:33

Selengkapnya