Berita

Edi Hasibuan/Net

Politik

Menteri Budi Harus Tegas Awasi Keselamatan Penerbangan

SABTU, 03 NOVEMBER 2018 | 15:42 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Sorotan publik atas insiden kecelakaan Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610 harus difokuskan pada pengawasan manajemen keselamatan penerbangan yang selama ini belum baik dan tidak tegas. Bukan justru menyoroti kebijakan tarif murah dan penundaan penerbangan.

Begitu kata pengajar ilmu hukum dan penerbangan dari Universitas Dirgantara Suryadarma Jakarta, Edi Hasibuan dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Sabtu (3/11)   

Dia kemudian menguraikan bahwa tanggung jawab keamanan penerbangan nasional ada di tangan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Hal ini sesuai dengan pasal 323 UU 1/2009 tentang Penerbangan.


Untuk itu, Edi mendesak kepada Menteri Budi untuk tegas dalam menjalankan pengawasan keselamatan tersebut.

"Kalau ada yang tidak patuh,  cabut saja izinnya,” ungkap doktor ilmu hukum itu.

Edi mengaku masih menemui sejumlah maskapai penerbangan yang masih kurang perhatian dengan keselamatan penumpangnya. Dia tidak ingin ada pembiaran atas keselamatan pengguna jasa moda pesawat terbang.

"Kami minta pemerintah tegas dan terapkan aturan UU 1/2009  dan awasi pelaksanaan Permen Perhubungan 17/2011 tentang tanggung jawab angkutan udara," kata mantan anggota Kompolnas ini.

Lebih lanjut, Edi meminta kepada pihak Lion Air untuk memberikan ganti rugi dengan baik kepada keluarga korban.

Sesuai pasal 3 Permen 17/2011, ganti rugi keluarga korban adalah sebesar Rp 1,25 miliar per penumpang.

"Kita harapkan ke depan ada perbaikan pelayanan penerbangan yang lebih baik dan membuat masyarakat nyaman," tutup direkrur eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) tersebut. [ian]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya