Berita

Penerbangan/Net

Politik

Audit ICAO, Indonesia Di Atas Rata-Rata Standar Keselamatan Penerbangan Internasional

SABTU, 03 NOVEMBER 2018 | 12:50 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

. Dunia penerbangan Indonesia kembali menjadi sorotan publik setelah insiden jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP di perairan Karawang, Senin (29/10) lalu.

Publik pun bertanya-tanya soal potret keselamatan penerbangan di Indonesia yang dianggap buruk dengan banyaknya musibah kecelakaan pesawat sejak beberapa tahun terakhir.

Corporate Secretary Airnav Indonesia, Didit Radityo menyatakan, keselamatan penerbangan di Indonesia sudah memenuhi standar internasional bahkan di atas rata-rata.


"Sesuai dengan audit USOAP (Universal Safety Oversight Audit Programme) yang dilakukan oleh ICAO bulan Oktober 2017 diketahui bahwa Indonesia saat ini compliance-nya itu adalah 81 persen," ujar Didit diskusi "Potret Dunia Penerbangan Indonesia" di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (3/11).

Standar internasional menurut dia hanya  62 persen, sementara Indonesia memperoleh 81 persen. Didit menyatakan bahwa nilai itu sangat tinggi.

"Audit dari ICAO itu langsung terhadap organisasi keseluruhan, seperti Kemenhub, Airnav dan organisasi perhubungan udara lainnya. Kemudian peraturan di lapangan itu dilaksanakan apa enggak? Itu kan dilakukan selama tiga bulan auditnya," bebernya.

Menurut dia hasil itu sangat objektif dan memuaskan melihat kepadatan penerbangan di Indonesia. Di Asia Tenggara, Indonesia menempati peringkat kedua di bawah Singapura yang memperoleh poin 92 persen.

"Kita di Asia Tengara nomor dua setelah Singapura, itu prosentasenya 92 persen kalau tidak salah Singapura kan cuma satu bandara, kalau kita kan ada puluhan bandara," pungkasnya. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya