Berita

Tuty Tursilawati/Net

Politik

Tuty Dieksekusi Mati, Jubir Sandi: Penyebab Utamanya Tidak Ada Lapangan Kerja Di Dalam Negeri

SABTU, 03 NOVEMBER 2018 | 06:56 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Kubu Prabowo-Sandi menyesalkan terjadinya eksekusi mati terhadap tenaga kerja Indonesia (TKI), Tuty Tursilawati di Arab Saudi. Hal itu disebabkan karena minimnya lapangan kerja di dalam negeri.

"Salah satu penyebab utama banyaknya TKI di luar negeri ya karena mereka tidak bisa mendapatkan pekerja di daerahnya. Makanya perlu adanya peningkatan perekonomian di daerah agar para TKI ini dapat bekerja di daerahnya saja. Jangan sampai pemerintah membuka lapangan kerja namun yang jadi pekerja malah tenaga kerja asing," kata Jurubicara Cawapres Sandiaga Uno, Anggawira, Sabtu (3/11).

Anggawira yang juga merupakan Caleg DPR RI Partai Gerindra dapil Jabar VIII ini juga menekankan bahwa untuk ke depannya perlu ada peningkatan kompetensi TKI yang akan bekerja di luar negeri.


"Perlu ada konsern pemerintah untuk bisa membekali para TKI yang akan bekerja di luar negeri dengan kompetensi dan skill yang mumpuni, sehingga nantinya mereka tidak hanya menjadi unskilled labor. Kan berdasarkan data sebagian besar TKI kita yang menjadi korban adalah yang bekerja sebagai unskilled labor seperti ART," lanjutnya dalam keterangan tertulis.

Anggawira menambahkan terkait besarnya jumlah TKI yang bekerja di luar negeri serta devisanya bagi Indonesia.

"Di Indramayu saja per November 2018 terdapat 16.896 orang dan itu meningkat dari tahun-tahun sebelumnya. Di sisi lain, tiap tahun ada sekitar 13 triliun Rupiah dana yang masuk ke Indramayu. Ini sangat besar," lanjut Angga yang juga Ketua Bidang Organisasi HIPMI ini.

Terakhir, Anggawira berharap kejadian ini dapat menjadi pembelajaran kepada pemerintah untuk bisa meningkatkan komitmennya dalam melindungi pekerja Indonesia di luar negeri.

"Pemerintah harus menunjukkan keberpihakannya kepada para TKI kita. Bagaimanapun mereka adalah warga negara yang juga memberikan devisa besar bagi Indonesia. Jangan sampai terkesan pemerintah mau dapat untung devisanya tapi tidak mau ngurusnya," tutupnya

Seorang TKI di Arab Saudi, Tuty Tursilawati dieksekusi mati oleh Pemerintah Arab Saudi. Tuty sendiri didakwa hukum mati karena memukul majikannya, Suud Malhaq Al Utibi hingga tewas dengan kayu. Kejadian berlangsung di rumah Malhaq, di Kota Thaif pada 11 Mei 2010. Tuty juga dituduh membawa lari perhiasan.

Ibu Tuty, Iti Sarniti berkeyakinan anaknya tidak berniat membunuh majikannya, melainkan membela diri. Setelah membunuh majikannya, Tuti berusaha kabur dari rumah namun bertemu dengan sembilan orang pria yang kemudian melakukan pelecehan seksual terhadapnya. [rus]

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

Kultus “Benda-benda Suci” di Eropa Abad Pertengahan

Minggu, 15 Maret 2026 | 06:16

Lulusan IPDN Disiapkan Wujudkan Standar Pelayanan Minimal di Daerah

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:59

Roy Suryo Cs Dilarang Ladeni Rismon Beradu Argumentasi

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:32

Abdul Malik bin Marwan, Revolusi Birokrasi yang Mengubah Sejarah Islam

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:23

Rismon Dituding Bohong soal Ijazah Jokowi

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:04

Trump Berbaju Fir’aun

Minggu, 15 Maret 2026 | 04:31

Enam Bulan Purbaya, Rupiah Melemah tiap Bulan

Minggu, 15 Maret 2026 | 04:08

Pendekatan Teman Sebaya Efektif Cegah Bullying di Sekolah

Minggu, 15 Maret 2026 | 04:02

Rismon Menelan seluruh Omongannya Tanpa Ada Terkecuali

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:21

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Selengkapnya