Berita

Aksi Bela Tauhid di Kemenko Polhukam Jumat (26/10)/RMOL

Politik

Aksi Bela Tauhid Lebih Banyak Muatan Politik Dibanding Penegakan Hukum

SABTU, 03 NOVEMBER 2018 | 06:40 WIB | LAPORAN:

Aksi Bela Tauhid sudah tidak lagi murni untuk menuntut oknum Anggota Banser GP Ansor Nahdatul Ulama (NU) pembakar bendera bertuliskan kalimat tauhid dihukum sesuai dengan aturan yang berlaku.

Hal ini disebabkan adanya yel-yel bernada pujian terhadap pasangan calon nomor urut 02, Prabowo Subianto di tengah aksi.

Ketua Umum Forum Umat Islam Bersatu (FUIB), Rahmat Himran menilai aksi tersebut lebih mengarah pada kepentingan politik dibandingkan penegakan hukum terhadap pelaku.


Menurutnya Rahmat dalam perkembangannya, polisi sudah menetapkan tiga tersangka dari peristiwa pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid saat Hari Santri Nasional.

Semestinya, peserta aksi mempercayakan saja kasus itu ke para penegak hukum, bukan berdemo dengan ditambah yel-yel berbau politik

"Perkembangan kasus pembakaran bendera di Garut sudah mengarah kepada isu politik. Kasus ini kriminalitas murni, seharusnya larinya ke proses hukum," kata Rahmat dalam keterangan persnya, Jumat (2/11).

Rahmat mengapresiasi ada diantara peserta yang melaporkan aksi pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid ke pihak kepolisian. Untuk itu jugalah semua ormas yang tergabung dalam Aksi Bela Tauhid untuk mencurahkan perhatian mereka dalam mengawal laporan kepolisian itu.

"Sudah benar kemarin dilaporkan ke Kepolisian, jadi tidak perlu sampai harus aksi di Kantor Kemenkopolhukam," ujarnya.

Adapun organisasi kepemudaan Islam yang ikut Aksi Bela Tauhid yakni Gerakan Pemuda Islam (GPI), Forum Umat Islam Bersatu (FUIB), Forum Islam Satu (FIS), Forum Penegak Pancasila (FPP).

Kemudian Perempuan Milenial Indonesia (Permisi), Jaringan Aliansi Aktivis Nasional (JAAN), Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Republik Indonesia, Gerakan Pemuda Untuk Rakyat dan Gerakan Pemuda Jakarta. [nes]


Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya