Berita

Maruarar Sirait berbincang dengan Jusuf Kalla/Ist

Politik

Maruarar Apresiasi JK Yang Memahami Aspirasi Umat Kristiani Soal Sekolah Minggu

SABTU, 03 NOVEMBER 2018 | 06:04 WIB | LAPORAN:

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) bisa memahami aspirasi umat Kristen bahwa Sekolah Minggu dan Katekisasi merupakan bagian dari ibadah gereja yang tidak perlu diatur oleh Pemerintah melalui UU apa pun.

Begitu kata Ketua Umum Taruna Merah Putih (TMP), Maruarar Sirait, saat menemui Jusuf Kalla Di Istana Wapres (Jumat, 2/11).

Kedatangan Ara, sapaan akrab Maruarar ingin berdialog dan meminta pandangan JK terkait dengan RUU Pesantren dan Lembaga Pendidikan Keagamaan.


Menurut Ara saat berdialog, JK mengatakan ketentuan tentang sekolah minggu tak perlu diatur dalam RUU tersebut.

JK, masih kata Ara, menegaskan semua agama mempunyai cara untuk pendidikan. Misalnya, dalam agama Islam ada pengajian, sementara dalam agama Kristen atau Katolik ada sekolah Minggu. Dan kalau semua itu diatur malah akan menyulitkan pemerintah.

"Karena itu kita menghargai dan mengapresiasi pernyataan pak JK tersebut sebab memahami aspirasi umat Kristen," ungkap Maruarar kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (2/11).

Maruarar juga mengapresiasi pandangan JK, ia juga sependapat dengan ketua umum Dewan Masjid Indonesia itu dan mendukung RUU Pesantren yang menunjukkan perhatian pemerintah.

"Pemerintah mau membantu dan memfasilitasi Pesantren agar semakin berkontribusi bagi bangsa yang plural dan Pancasilais ini," ujar Maruarar.

Dalam draft RUU ini tercantum pengaturan atas pengadaan atau penyelenggaraan sekolah minggu. Untuk umat Kristen tercantum dalam Pasal 69 ayat 1-4 dan untuk umat Katolik  di Pasal 85 ayat 1-4.

Dua pasal ini mengatur bahwa pendidikan keagamaan non-formal bagi umat dua agama itu harus memiliki peserta paling sedikit 15 peserta didik.

Menurut JK pengaturan pendidikan non-formal agama seperti Sekolah Minggu pada Katolik dan Kristen, maupun Pengajian atau Taman Pendidikan Alquran pada Islam, dan agama lain berujung pada maraknya izin yang bisa menyulitkan pemerintah.

"Saya kira patut diperhatikan itu. Jangan nanti Sekolah Minggu atau pengajian harus semua minta izin negara itu," ujar JK. [nes]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya