Berita

Politik

Golkar Kokoh Di Sulsel, Di Jatim PKB Menang Tipis Dari PDIP

JUMAT, 02 NOVEMBER 2018 | 18:11 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

. PDI Perjuangan unggul di lima provinsi dari 10 provinsi terbesar di Indonesia yang disurvei oleh Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA.

Lima provinsi lainnya, Partai Gerindra unggul di tiga provinsi dan masing-masing satu provinisi lagi di diungguli oleh Partai Golkar dan PKB.

PDIP unggul di Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta dan Jawa Tengah. Gerindra di Jawa Barat, Banten dan Riau. Sementara Golkar dan PKB masing-masing di Sulawesi Selatan dan Jawa Timur.


Demikian rilis terbaru survei LSI Denny JA yang disampaikan peneliti seniornya, Adjie Alfaraby di kantor LSI Denny JA, Jakarta, Jumat (2/11).

Di Sulsel, Golkar didukung sebanyak 23,5 persen. Di posisi kedua dan kelima ada, Gerindra 16,3 persen, PDIP 7,3 persen, Nasdem 6,5 persen, dan Demokrat 4,5 persen.

"Golkar sementara memimpin di Sulawesi Selatan," kata Adjie.

Sementara di Jawa Timur, PKB unggul tipis dari PDIP. Berikut lima partai besar di Jatim, PKB 21,7 persen, PDIP 21,0 persen, Golkar 5,2 persen, Gerindra 4,6 persen dan Demokrat 3,6 persen.

"Di Jawa Timur itu pertarungannya hanya di dua partai ini (PKB dan PDIP) saja," imbuh Adjie.

LSI Denny JA melakukan survei dalam kurun waktu 4 sampai 14 Oktober 2018, menggunakan metode sampling multistage random sampling di 10 provinsi. Satu provinsi jumlah respondennya 600 orang sehingga jumlah keseluruhannya adalah 6.000 responden.

Survei ini diambil dengan turun langsung ke lapangan dengan wawancara dan kuesioner dengan margin error per provinsi kurang lebih 4,1 persen. Survei juga dilengkapi dengan FGD dan analisis media serta indepth interview.

Kendati bukan menjadi survei nasional, tapi 10 provinsi ini memiliki 72 persen jumlah pemilih nasional. Sehingga hasil dari survei ini bisa menjadi salah satu tolok ukur di Pileg 2019. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya