Berita

Bisnis

Komisi X Harap RUU Permusikan Dan Ekonomi Kreatif Disahkan 2019

JUMAT, 02 NOVEMBER 2018 | 16:45 WIB | LAPORAN:

Anggota Komisi X DPR RI Anang Hermansyah menyambut baik pengesahan Program Legislasi Nasional Prioritas Tahun 2019.

Di mana, terdapat 55 RUU usulan pemerintah, DPR dan DPD yang masuk dalam daftar. Diantaranya RUU Permusikan dan RUU Ekonomi Kreatif.

"Daftar RUU yang masuk dalam Prolegnas Prioritas tahun 2019 semuanya prioritas. Oleh karenanya saya mendorong tahun 2019 kita memiliki UU Permusikan dan UU Ekraf," ujar Anang kepada wartawan, Jumat (2/11).


Dia menjelaskan, dua RUU tersebut akan menjadi peninggalan positif bagi DPR periode 2014-2019 maupun pemerintahan Joko Widodo.

"Keberadaan dua undang-undang ini untuk membuktikan bila kita sebagai negara memiliki perhatian yang tidak main-main dalam urusan sumber daya manusia dan kebudayaan," kata Anang.

Menurut politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu, banyak potensi ekonomi yang dapat dihasilkan dari dua sektor tersebut bila memiliki payung hukum. Kontribusi ekonomi kreatif selama beberapa tahun terakhir mencatatkan pembukuan positif, khususnya dalam Produk Domestik Bruto.

"Tahun 2016 kontribusi PDB di sektor ekraf mencatatkan Rp 922.58 triliun. Tahun 2018 ini tidak mustahil membukukan di angka 1.000 triliun. Ini situasi belum ada regulasi berupa undang-undang," papar Anang.

Di sektor musik sendiri selama ini masih lemah dalam penegakan UU 38/2014 tentang Hak Cipta dan persoalan pembajakan.

"Performa sektor musik sangat loyo. Kontribusi PDB di sektor musik masih sangat rendah hanya 0,46 persen. Sektor musik kita benar-benar lesu darah," tutur Anang yang juga musisi senior. [wah]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

KPK Panggil PNS dan Karyawan Swasta di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:21

Kapolda Riau: Penghargaan Nugraha Sakanti Prestasi Seluruh Personel

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:20

Mahfud MD Ajak Masyarakat Tetap Cintai Polri Seburuk Apa Pun Kinerjanya

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:16

KPK Panggil Sejumlah Pejabat Imigrasi di Kasus Pemerasan Silmy Karim

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:10

KPK Masih Periksa Bupati Kuansing Suhardiman Amby

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:48

Audit Dugaan Penyimpangan Impor Sianida PPI, KPK dan BPKP Didesak Turun Tangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:39

Komisi I DPR Ungkap Alasan Draf RUU KKS Belum Dibuka ke Publik

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:35

Bos Maktour yang Juga Mertua Dito Ariotedjo Dipanggil KPK

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:21

Masih Penyesuaian Sistem, Pajak Olshop di Marketplace Berlaku Mulai 1 Agustus

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:16

Prabowo Layak Dicontoh Bagi Siapa Pun yang Ingin Jadi Presiden

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:01

Selengkapnya