Berita

Jenderal (Purn) Wiranto/Net

Wawancara

WAWANCARA

Jenderal (Purn) Wiranto: Aksi Bela Tauhid 211 Hanya Habiskan Energi Kita, Sudah Tidak Relevan Lagi

JUMAT, 02 NOVEMBER 2018 | 10:07 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Jenderal (purn) Wiranto prihatin melihat demonstrasi Aksi Bela Tauhid 211 yang digelar hari ini. Apalagi, aksi itu digelar di tengah keprihatinan negara yang sedang menghadapi beberapa musibah besar. Bekas Panglima TNI ini menyebut aksi hari ini hanya menghabiskan energi dan sudah tidak relevan lagi.

Sebab, kasus pembakaran bendera tauhid sudah diusut oleh aparat sesuai dengan kesepakatan antara ormas dan pemerintah yang beberapa pekan lalu sudah bertemu. Berikut pernyataan Wiranto seusai rapat koordinasi dengan BIN, Polri dan Kementerian Agama (Kemenag), kemarin:

Apa tanggapan pemerintah terhadap rencana aksi demo bela tauhid yang hari ini dige­lar di Jakarta?
Kita melihat kegiatan demon­strasi semacam itu selain meng­habiskan energi kita, dalam konteks ini sudah tidak relevan. Apalagi, aparat juga sudah ber­tindak dan menetapkan beberapa tersangka. Tokoh agama pun da­lam berbagai acara diskusi juga mengajak masyarakat menye­lesaikan persoalan ini dengan cara musyawarah dan hati yang bersih tanpa gaduh.

Kita melihat kegiatan demon­strasi semacam itu selain meng­habiskan energi kita, dalam konteks ini sudah tidak relevan. Apalagi, aparat juga sudah ber­tindak dan menetapkan beberapa tersangka. Tokoh agama pun da­lam berbagai acara diskusi juga mengajak masyarakat menye­lesaikan persoalan ini dengan cara musyawarah dan hati yang bersih tanpa gaduh.

Pemerintah prihatin dengan aksi bela tauhid siang ini?
Ya, apalagi juga para to­koh agama dalam berbagai forum mengajak menyelesai­kan masalah itu dengan cara musyawarah dengan cara ukhu­wah, kebersamaan, kerukunan sesama bangsa Indonesia dan juga semangat tabayun mencari kebenaran.

Bukankah kebebasan me­nyatakan pendapat lewat aksi unjuk rasa kan dijamin oleh Undang-Undang Dasar?
Kita akui masih ada satu ang­gapan masyarakat yang simpang siur terkait pembakaran (pem­bakaran bendera di Garut) seh­ingga terjadi Aksi Bela Tauhid jilid 2. Namun, masyarakat atau pendemo mestinya juga tahu bahwa bangsa ini, saat ini lagi berduka dengan jatuhnya pesawat Lion Air dan gempa di berbagai wilayah Indonesia seperti Palu dan Lombok.

Kita prihatin dalam situasi du­ka masih ada yang ragu dengan proses hukum padahal proses tersebut sudah disepakati. Pada hari, kedua kita berikan penjela­san ke masyarakat, tapi kita lihat adanya suatu gerakan-gerakan, satu pendapat yang masih sim­pang siur. Namun, kami akui aksi demonstrasi adalah hak se tiap warga negara asalkan tidak melanggar aturan.

Apa imbauan Anda kepada masyarakat termasuk pendemo?
Kami mengimbau masyarakat tetap menjaga persatuan, kes­atuan bangsa, ketertiban, keamanan umum, karena kita masih harus melakukan langkah-langkah ke depan membangun bangsa ini.

Sejauh ini berdasarkan pendeteksian aparat apakah ada indikasi provokasi dalam ren­cana aksi demo 211?
Yang penting jangan sampai kita terpancing provokasi, aja­kan-ajakan dari ormas yang su­dah dibubarkan, ormas HTI yang secara hukum sudah dibubarkan. Nah, ini yang dapat kami sam­paikan dari hasil koordinasi antar-kementerian/lembaga dan koordinasi dengan tokoh-tokoh agama, ulama, dan pimpinan ormas Islam dalam menjaga persatuan bangsa Indonesia.

Memang ada rencana gerakan massa yang akan mengerahkan massa dalam jumlah yang cukup besar untuk melakukan demon­strasi menyikapi kasus pemba­karan bendera di Garut.

Bisa dijelaskan bagaimana proses hukum yang kini sudah dijalankan oleh aparat?
Lho sekarang para pelaku pembakaran juga telah meminta maaf atas perbuatannya dan in­duk organisasinya yaitu Gerakan Pemuda (GP) Anshor pun juga telah meminta maaf atas kegadu­han yang timbul dari peristiwa tersebut. Bahkan, memberikan sanksi pada para oknum pelaku dan menyerahkan sepenuhnya pada aparat.

Mari kita kawal bareng-bareng proses hukum yang sedang ber­jalan ini agar berjalan secara transparan dan adil.

Masyarakat khawatir pen­gusutan kasus ini akan man­deg di tengah jalan. Bukankah ini yang akan memancing emosi sebagian elemen masyarakat?
Kami sudah menyampaikan imbauan-imbauan kepada tokoh agama, tokoh masyarakat bah­wa apa yang menjadi tuntutan kepada kelompok tertentu ini sudah diupayakan dan memang semestinya dilaksanakan penegakan hukum secara seadil-adilnya.

Ada yang takut aksi demo ini akan menimbulkan keributan dan kekacauan, bagaimana pemerintah menanggapi ini?
Demonstrasi merupakan kegiatan yang sah-sah saja asal dilaksanakan dengan tertib, den­gan jumlah yang memadai dan tidak mengganggu kebebasan masyarakat lain, tidak meng­ganggu lalu lintas, tidak mem­buat orang lain ketakutan, tidak mengganggu kegiatan ekonomi masyarakat yang sedang ber­jalan, dan ada aturannya.

Lalu apa pesan penting pe­merintah dalam melihat situasi polkam saat ini termasuk dalam beberapa bulan ke depan?
Setelah apa yang saya su­dah jelaskan tadi maka kami mengimbau pada masyarakat untuk tetap menjaga persatu­an, kesatuan, ketertiban dan keamanan umum karena kita ini masih harus melakukan satu langkah-langkah ke depan dalam rangka membangun bangsa ini. Saya yakin, aparat kepolisian bersungguh-sungguh melakukan proses hukum dengan menetap­kan beberapa tersangka. Kami juga mendorong agar segera dilimpahkan ke Pengadilan. ***

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Jadi Menperin, Sarmuji Tegaskan akan Lanjutkan Rintisan Agus Gumiwang

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:23

Mengenang Warisan Luhur Pesona Batik Tulungagung di Hari Batik Nasional

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:16

Ketua KPK Ucapkan Selamat kepada Kapolri Jenderal Suyudi, Dorong Sinergi Pemberantasan Korupsi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

MUI: Jangan Sampai Konser “Till The Whole World Knows” Jadi Sarana Propaganda Zionisme

Jumat, 02 Oktober 2026 | 12:10

BEI Awasi Pergerakan Tiga Saham yang Masuk Radar UMA

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:49

KPK Ungkap Besaran Uang Silmy Karim ke Dosen UB Saat Bimbingan Doktoral

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Garuda Tantang Gajah Perang di Final FIFA ASEAN Cup 2026

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:25

Emas Antam Mulai Turun Hari Ini, Intip Daftar Lengkapnya

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:14

Dua Tahun Danantara, Efisiensi BUMN Digenjot untuk Kejar Pertumbuhan

Jumat, 02 Oktober 2026 | 11:02

Harga Minyak Naik Lagi ke Level 102 Dolar AS

Jumat, 02 Oktober 2026 | 10:59

Selengkapnya