Berita

Jansen Sitindaon/Net

Politik

Demokrat: Kalau Langkah Hukum Kampungan, Yang Perkotaan Seperti Apa?

JUMAT, 02 NOVEMBER 2018 | 00:53 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Partai Demokrat mengaku aneh dengan pernyataan Kepala Kantor Staf Kepresidenan Jenderal TNI (purn) Moeldoko.

Sebab, mantan panglima TNI itu menyebut bahwa langkah hukum yang diambil atas dugaan pelanggaran kampanye calon presiden (capres) petahana Joko Widodo sebagai hal yang kampungan.

“Jika langkah hukum dikatakan kampungan, terus langkah yang menurut bapak "perkotaan" seperti apa?” tanya Ketua DPP Partai Demokrat Jansen Sitindaon dalam akun Twitter @jansen_jsp, Kamis (1/11).


Menurut Jansen, sikap Moeldoko itu aneh. Apalagi, Moeldoko telah lama ikut mendampingi Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menjunjung tinggi hukum saat masih menjabat presiden.

Jansen menilai bahwa acara peresmian Jembatan Suramadu digratiskan memang layak diuji secara hukum. Sebab, ada dugaan pelanggaran kampanye saat Jokowi mengacungkan satu jari yang menjadi simbol pencalonannya di Pilpres 2019.

“Simbol satu jari citra Jokowi sebagai capres itu muncul di peresmian. Mau didiamkan aja? Diujilah,” tukasnya.

Moeldoko yang juga menjabat sebagai wakil ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf menilai pelaporan terhadap Jokowi yang dilakukan oleh Forum Advokat Rantau sebagai langkah yang kampungan.

Sebab, pelaporan ke Bawaslu itu hanya didasarkan pada potongan-potongan peresmian penggratisan Jembatan Suramadu.

"Presiden selaku kepala pemerintahan, itu tugas pokoknya menyejahterakan rakyat. Jadi, jangan dilihat sepotong-sepotong. Kampunganlah itu. Yang utuh lihatnya," ucap Moeldoko di Rumah Aspirasi Jokowi-Ma'ruf, Jakarta, Rabu (31/10) lalu. [ian]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya