Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Pemerintah Janji Turunkan Nilai Tukar Rupiah, Gerindra: Hoax!

KAMIS, 01 NOVEMBER 2018 | 21:29 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

. Janji Presiden Joko Widodo menurunkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hingga menyentuh angka Rp 10.500 dinilai hanya sebatas janji.

Pasalnya, saat ini kurs dolar AS naik hingga mencapai angka di atas Rp 15.000.

"Jadi jangan nipu rakyat lah memberikan informasi yang hoax, yang membohongi rakyat. Ini yang harus kita luruskan,” ujar politisi Gerindra, Bambang Haryo kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (1/11).


Dalam kondisi saat ini, pihaknya mendesak pemerintah untuk turunkan nilai dolar AS hingga mencapai angka Rp 14.400. Hal itu pun sesuai dengan target awal pemerintah dalam menetapkan asumsi APBN 2019.

"Kita punya target dari Gerindra untuk menurunkan kurs mata uang sampai Rp 14.400. Sebenarnya pemerintah bisa menurunkan itu. Dulu pemerintah sudah janji sama semua rakyat Indonesia untuk menurunkan kurs mata uang asing," ungkapnya.

Anggota Komisi V DPR yakin kalau pemerintahan ini baik, kurs dolar AS akan menurun. Padahal, di hadapan parlemen, Menteri Keuangan Sri Mulyani sudah bertekad untuk turunkan nilai dolar AS hingga Rp 14.400.  

"Jadi saya pikir kalau Rp 14.400 itu tidak terlaksana ya tambah tidak sesuai janjinya Pak Jokowi," pungkasnya. [lov]


Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya