Berita

Politik

70 Ribu Guru Honorer K2 Tuntut Diangkat Jadi PNS Atau Dukung Capres Lain

KAMIS, 01 NOVEMBER 2018 | 09:44 WIB | LAPORAN:

70 ribuan guru yang tergabung Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) menuntut diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS).

Selama dua hari berturut sejak Senin (29/10) lalu, perwakilan puluhan ribu guru itu berunjuk rasa di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, namun gagal bertemu langsung Presiden Jokowi. Mereka diterima pegawai Kantor Staf Presiden (KSP).

"Jadi memang masuk Istana hari kemarin Selasa (30/10). Kalau menerima cuma Kantor Staf Presiden, saya rasa standar saja. Artinya jawaban standar yang saya maksud bukan wewenang, bukan domain KSP untuk menjembatani ke presiden kan kayak gitu," ujar Ketua FHK2I, Titi Purwaningsih saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (1/11).


Titi melanjutkan, jika tuntutan mereka tak jua maka tak segan-segan akan menggugat ke Mahkamah Agung (MA).

"Ketika jalur hukum (MA) ini kok belum ada sikap dari pemerintah dengan jelas di akhir tahun ini, berarti bulan Januari 2019 kami akan mengambil sikap politik dengan salah satu calon di mana yang mampu dan mengantarkan K2 jadi PNS itu yang akan kami dukung," tegas Titi.

Titi merasa selama ini pemerintah Jokowi belum menghargai pengabdian para guru dan tenaga honorer K2 bertahun-tahun. Buktinya hingga kini gaji yang diterima mereka per bulan berkisar Rp 400 ribu hingga Rp 500 ribu. Dengan nilai gaji segitu, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja tidak mencukupi.

"Desember ini kita lihat ada nggak pemerintah serius. Jadi kami sekarang masih loyal pemerintah pada dasarnya dan kami tidak main-main gitu loh," ucapnya, menekankan.

Setidaknya ada dua tuntutan dalam aksi FHK2I di depan Istana Negara yakni menolak  konsep pengangkatan P3K dan mendesak pemerintah mengangkat semua K2 menjadi PNS.[wid] 

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya