Berita

Din Syamsuddin/Net

Politik

Di Qatar, Din Syamsuddin Uraikan Problematika Islam Timur Tengah

KAMIS, 01 NOVEMBER 2018 | 04:14 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Agama, khususnya Islam memiliki pengaruh dalam kehidupan masyarakat Timur Tengah (Timteng). Namun belum maksimal diperankan sebagai faktor pendorong ekonomi.

Begitu kata Chairman of Centre for Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC), Din Syamsuddin saat menjadi pembicara dalam acara “Enriching the Middle East's Economic Future" di Doha, Qatar, Rabu (31/10).

Dalam acara yang digelar Kementerian Luar Negeri Qatar bersama UCLA Centre for Middle East Development itu, Din menjelaskan bahwa Islam di Timur Tengah belum tampil sebagai sumber etika pembangunan ekonomi.


“Belum seperti etika Protestan yang telah mendorong kemajuan Eropa dan etika Konghucu yang sekarang ditengarai menjadi faktor pendorong kebangkitan Tiongkok dan Asia Timur,” jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi.

Menurutnya, keberagamaan umat Islam di kawasan Arab masih berkutat pada keyakinan dan peribadatan, belum menjadi paradigma etika.

Umat Islam, sambung Din, belum berhasil merebut supremasi ilmu pengetahuan dan teknologi, seperti pada abad-abad pertengahan yang membawa dunia Islam, Arab dan Persia, menjadi pemegang supremasi peradaban dunia.

“Tanpa penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka mustahil umat Islam meraih kemajuan,” jelas ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu.

Mantan ketua umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah itu menilai bahwa negara-negara Arab masih terjebak pada egosentrisme primordial etnik atau clanship.

“Sehingga mereka kurang mampu menampilkan Islam sebagai faktor pemersatu di antara mereka,” tukas Gurubesar Politik Islam Global di FISIP dan Program Pascasarjana UIN Jakarta itu. [ian]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

UPDATE

DPR Minta Evaluasi Perlintasan Usai Insiden Tabrakan Argo Bromo-KRL

Selasa, 28 April 2026 | 00:15

KRL Sempat Menabrak Taksi Sebelum Diseruduk KA Argo Bromo

Selasa, 28 April 2026 | 00:04

Kedaulatan Data RI jadi Sorotan di Tengah Gejolak Geopolitik

Senin, 27 April 2026 | 23:46

Tim SAR Berjibaku Evakuasi Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 23:24

Kereta Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur, KAI Masih Investigasi

Senin, 27 April 2026 | 23:10

Heboh Anggaran Baju Dinas Pemprov Sumsel Tembus Rp3 Miliar

Senin, 27 April 2026 | 22:30

Kuasa Hukum Thio: Jangan Korbankan Terdakwa Atas Kesalahan Negara

Senin, 27 April 2026 | 22:28

Rocky Terkekeh Dengar Candaan Prabowo Soal “Disiden” di Istana

Senin, 27 April 2026 | 22:11

Kejati Sumut Geledah Kantor Satker Perumahan Usut Dugaan Korupsi Proyek Rusun

Senin, 27 April 2026 | 22:11

KAI Fokus Evakuasi Penumpang di Stasiun Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 22:06

Selengkapnya