Berita

Rizal Ramli/Net

Politik

RR: Indonesia Tidak Siap Sambut Momentum “Looking South”, Vietnam Untung

KAMIS, 01 NOVEMBER 2018 | 01:39 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Perang dagang antara Amerika Serikat dengan Tiongkok ternyata tidak melulu merugikan negara berkembang.

Sebab, berdasarkan data dari Badan PBB yang mengurusi masalah Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD), ada penanaman modal asing (foreign direct investment) yang mengalir ke kawasan Asia Tenggara hingga mencapai 18 persen atau 73 miliar dolar AS pada semester pertama tahun 2018 dibanding dari tahun lalu.

Namun, meski berada di Asia Tenggara, Indonesia bukan bagian dari negara yang beruntung dalam kondisi perang dagang tersebut.


Berdasarkan laporan dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), secara keseluruhan total investasi pada kuartal III-2018 turun 1,6 persen dibandingkan pada kuartal III-2017. Total investasi menjadi Rp 173,8 triliun di kuartal III-2018.

Dari jumlah tersebut porsi penanaman modal asing (FDI) tercatat sebesar Rp 89,1 triliun atau turun 20,2 persen dibandingkan pada periode yang sama tahun 2017 yang tercatat sebesar Rp 111,7 triliun.

Ekonom senior, DR Rizal Ramli menjelaskan bahwa dalam perang dagang ini, ada perubahan kebijakan dari negara-negara maju di Asia Timur, seperti Jepang, Korea, dan Taiwan.

Mereka mencari investasi baru di negara-negara yang berada di selatan. Kebijakan ini disebut Menko Perekonomian era Presiden Abdurrahman Wahid itu sebagai “Looking South”.

“Negara-negara di utara Asia laksanakan kebijakan investasi ‘Looking South’,” jelasnya dalam akun Twitter @RamliRizal, Rabu (31/10).

Menurutnya, ada negera yang paling siap dalam menghadapi pergeseran kebijakan tersebut, yaitu Vietnam. Sementara Indonesia, masih belum siap memanfaatkan momentum tersebut.

“Vietnam yang paling siap. Indonesia harusnya bisa memanfaatkan momentum pergeseran itu,” tukas mantan Menko Kemaritiman itu. [ian]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

UPDATE

DPR Minta Evaluasi Perlintasan Usai Insiden Tabrakan Argo Bromo-KRL

Selasa, 28 April 2026 | 00:15

KRL Sempat Menabrak Taksi Sebelum Diseruduk KA Argo Bromo

Selasa, 28 April 2026 | 00:04

Kedaulatan Data RI jadi Sorotan di Tengah Gejolak Geopolitik

Senin, 27 April 2026 | 23:46

Tim SAR Berjibaku Evakuasi Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 23:24

Kereta Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur, KAI Masih Investigasi

Senin, 27 April 2026 | 23:10

Heboh Anggaran Baju Dinas Pemprov Sumsel Tembus Rp3 Miliar

Senin, 27 April 2026 | 22:30

Kuasa Hukum Thio: Jangan Korbankan Terdakwa Atas Kesalahan Negara

Senin, 27 April 2026 | 22:28

Rocky Terkekeh Dengar Candaan Prabowo Soal “Disiden” di Istana

Senin, 27 April 2026 | 22:11

Kejati Sumut Geledah Kantor Satker Perumahan Usut Dugaan Korupsi Proyek Rusun

Senin, 27 April 2026 | 22:11

KAI Fokus Evakuasi Penumpang di Stasiun Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 22:06

Selengkapnya