Berita

Haedar Nashir/Net

Politik

Ketum Muhammadiyah: Pembakaran Bendera Harus Tuntas Secara Hukum

KAMIS, 01 NOVEMBER 2018 | 00:33 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Kunjungan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ke Gedung Pusat Dakwah Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah bukan untuk membahas mengenai pembakaran bendera bertulis kalimat tauhid, yang juga dianggap sebagai bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir menjelaskan bahwa pertemuan itu juga tidak membahas mengenai hasil kesepakatan ormas-ormas Islam di kediaman Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam menyikapi aksi pembakaran bendera yang dilakukan oleh Barisan Ansor Serbaguna (Banser).

“Tidak, jadi karena sebelum itu (pertemuan ormas dengan JK), itu sudah ada perbincangan antara Pak Sekum Muhammadiyah dan Sekjen NU untuk kunjungan balasan, tapi masing-masing belum ketemu waktu,” katanya kepada Kantor Berita Politik RMOL, di Kantor PP Muhammadiyah, Rabu (31/10) malam.


Dalam kasus pembakaran bendera ini, Haedar mengaku menyesalkan aksi tersebut dan berharap ada penanganan hukum yang profesional serta proporsional. Menurutnya, segala sesuatu yang memiliki implikasi hukum, harus diselesaikan secara tuntas.

“Agar setiap peristiwa itu kalau menyangkut urusan publik dan ada dimensi hukum ya harus diusut tuntas secara hukum, karena hukum itulah tempat kita berdiri secara objektif,” jelasnya.

Pada Jumat (26/10) lalu, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengundang sejumlah pimpinan ormas Islam ke rumah dinasnya di Jalan Diponegoro, Jakarta. Mereka membahas peristiwa pembakaran bendera yang dilakukan Banser di Limbangan, Garut, Jawa Barat.

Selain Haedar dan Said Aqil, pimpinan ormas yang hadir antara lain Ketua Umum MUI Ma'ruf Amin, Dewan Penasihat Pimpinan Pusat Persatuan Islam Indonesia (Persis) Maman Abdurahman, Imam Besar Masjid Istiqlal Nazarudin Umar, Ketua PB Al Masriyah Yusnar Yusuf, Ketua Umum Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam (SI) Indonesia Hamdan Zoelva, dan Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Muhammad Siddiq. [ian]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya