MENGHARUKAN! Kata ini setidaknya mewakili perasaan saya melihat komposisi pengurus PWI pusat periode 2018-2023.
Mengapa saya terharu?
Pertama, sebagian besar pengurus inti datang daerah. Mereka adalah tokoh-tokoh yang jelas memiliki kapasitas, karena telah teruji di daerahnya masing-masing. Track record sudah jelas, dan reputasinya juga terukur.
Kedua, sebagian juga masih muda. Semangat ada, endurance terjaga, pemikiran masih "liar". Ini tentu merupakan energi bagi PWI ke depan.
Ketiga, tidak meninggalkan tokoh-tokoh senior yang telah mewarnai PWI selama ini. Kohesi kedua generasi ini penting untuk menjaga keberadaan organisasi wartawan dengan anggota yang mungkin terbanyak di dunia.
Keempat, dalam organisasi bukan saja ketua umum yang penting, tetapi lini kedua juga strategis. Lini kedua inilah yang menjadi napas dan operator organisasi.
Kelima, lini kedua yang banyak datang dari daerah mestinya lebih paham persoalan-persoalan/daerah. Artinya, ada reaksi cepat manakala ada persoalan daerah yang muncul ke permukaan.
Tentu saja, selalu ada kelebihan dan kekurangan dengan model rekruitmen posisi seperti itu. Kekurangannya pasti juga sudah diketahui teman-teman dalam kepengurusan baru ini. Tentu amat jauh dari bijak manakala saya tuliskan di sini.
Semua pengurus adalah tokoh yang disegani di daerahnya masing-masing, dan tentu memiliki kemampuan teknis organisasi yang sangat teruji.
Pengurus baru ini lahir dalam era abundance, berada dalam situasi sifting yang dahsyat. Era di mana pergeseran peta bisnis media yang bergeser begitu cepat. Koran-koran bertumbangan, iklan menyusut drastis. Dan, para wartawan mulai kehilangan pendapatan.
Kemungkinan yang akan terjadi seperti apa?
Mungkin, profesi ini tidak bisa lagi membanggakan. Kenapa? Tidak bisa lagi membanggakan keluarga. Para orang tua tentu tidak akan menganjurkan anak-anaknya menjadi wartawan.
Relasi antara wartawan dengan pemilik media dalam waktu dekat akan mulai muncul masalah. Gelombang PHK akan terjadi.
Di sinilah, PWI harus menempatkan diri sebagai organisasi pengayom bagi anak-anaknya yang dilanda masalah.
Sementara pada saat yang sama, PWI juga akan menghadapi persoalan-persoalan besar yang beberapa kali saya uraikan di sini.
Persoalan yang harus segera dijawab adalah, bagaimana merancang sistem pendidikan yang berkualitas tetapi mampu menyeimbangkan kemampuan wartawan di seluruh wilayah Indonesia. Wilayah luar Jawa harus diberi perhatian lebih besar dari pada Jawa. Usulan ini benar-benar saya garis bawahi berdasarkan pengalaman menguji beberapa tahun terakhir ini.
Seperti diketahui bersama, tegaknya organisasi profesi itu sebenarnya bersandar pada pendidikan dan penegakan etika profesi. Dua hal inilah yang semoga menjadi fokus PWI ke depan.
Terakhir, di tengah keharuan itulah, saya ingin mengucapkan selamat bekerja untuk pengurus pusat yang hebat ini. Kepada Anda semua, nasib kami dalam berorganisasi profesi titipkan.
Selamat berjuang, penuh semangat, dan sukses luar biasa.
[***]Hendro BasukiPenulis adalah wartawan senior dan tokoh PWI