Berita

RS Polri Sukanto/Net

Nusantara

LION AIR JATUH

Tim DVI RS Polri Berjibaku Identifikasi Bagian Tubuh Korban

RABU, 31 OKTOBER 2018 | 18:09 WIB | LAPORAN:

. Tim Disaster Victim Identification (DVI) RS Polri Sukanto terus melakukan identifikasi terhadap bagian tubuh korban pesawat Lion Air JT-610 yang dimasukan dalam 48 kantong jenazah.

Dalam waktu tidak lama lagi, tim DVI akan melakukan proses rekonsiliasi untuk menentukan proses identifikasi berhasil dilakukan atau tidak. Rekonsiliasi adalah untuk mencocokkan data postmortem dan antemortem.

Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan Mebes Polri, Brigjen Polisi Arthur Tampi menjelaskan, kemarin pihaknya sudah melakukan proses identifikasi terhadap bagian tubuh korban pada 24 kantong jenazah, namun saat memasuki proses rekonsiliasi, tim belum sepakat untuk menentukan satupun potongan tubuh milik korban tertentu.


"Jadi kemarin sudah rekonsiliasi 24 kantong pertama, belum ada yang teridentifikasi," kata dia dalam konferensi pers di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (31/10).

Dijelskannya, saat ini tim DVI juga sudah melakukan proses identifikasi terhadap bagian tubuh korban yang berada di 24 kantong jenazah yang baru. Namun bukan berarti potongan tubuh di 24 kantong jenazah tidak mereka dalami.

"Ada kita dalami dan akan kita rekonsiliasi lagi disamping 24 kantong lainnya," terang Arthur Tampi.

Sebanyak 185 data antemortem korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 sudah diterima RS Polri dari keluarga korban. Mereka juga sudah mengumpulkan 152 tes Deoxyribo Nucleic Acid (DNA) dari keluarga korban.

Perlu diketahui, antemortem merupakan data-data fisik khas dari korban sebelum dia meninggal. Data fisik itu terdiri dari barang bawaan, aksesoris, tato, tanda lahir, foto diri, cacat tubuh, bekas luka, berat dan tinggi badan, serta sampel DNA, dan sidik jari.

Adapun data postmortem adalah data-data fisik yang diperoleh melalui personal identification setelah korban meninggal. Data fisik itu seperti golongan darah, sidik jari, konstruksi gigi dan foto korban pada saat ditemukan. [rus]

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Nilai TKA Siswa SD-SMP Jeblok, Program MBG Dipertanyakan

Senin, 01 Juni 2026 | 02:30

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Blusukan Jokowi Sulit Naikkan Suara PSI, Apalagi Goyang PDIP

Senin, 01 Juni 2026 | 04:00

UPDATE

Penunjukan Nanik S. Deyang Kepala MBG Sesuai Hasil Evaluasi

Rabu, 03 Juni 2026 | 16:13

Turun Gunung Jokowi Dalam Rangka Cari Keselamatan

Rabu, 03 Juni 2026 | 16:05

Gibran Ingin Birokrasi Berjalan Gesit dan Kolaboratif

Rabu, 03 Juni 2026 | 16:01

Prabowo Apresiasi Peran Turki Bantu Pulangkan Sembilan WNI dari Tahanan Israel

Rabu, 03 Juni 2026 | 15:56

Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Hanya Dituntut 2,5 Tahun Penjara

Rabu, 03 Juni 2026 | 15:52

Warganet Anggap Penggeledahan Kantor BGN oleh Kejagung Drama Telenovela

Rabu, 03 Juni 2026 | 15:45

Gebrakan Jampidsus Obrak-abrik Kantor BGN Patut Diacungi Jempol

Rabu, 03 Juni 2026 | 15:42

Kunjungan ke Rusia, AHY Bawa Pulang Proyek PLTN Terapung hingga Kapal Cepat

Rabu, 03 Juni 2026 | 15:41

DPR Dukung Kejagung Geledah BGN Usut Dugaan Korupsi MBG

Rabu, 03 Juni 2026 | 15:07

Istana Respons Kabar Penangkapan Eks Kepala BGN oleh Kejagung

Rabu, 03 Juni 2026 | 15:06

Selengkapnya