Berita

Pertemuan USDP Sumsel dan Walikota Pagaralam/RMOLSumsel

Nusantara

18.332 KK di Pagaralam Tak Punya Jamban

RABU, 31 OKTOBER 2018 | 13:32 WIB | LAPORAN: YELAS KAPARINO

Sebanyak 18.332 Kepala Keluarga di Kota Pagaralam belum memiliki jamban. Sedangkan, 37 persen masyarakat Pagaralam masih  Buang Air Besar (BAB) secara sembarangan baik di sungai maupun di kolam ikan.

Fakta itu merupakan hasil penelitian yang dilakukan Urban Sanitation Development Program (USDP) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Hasil penelitian tersebut dipaparkan dalam pertemuan dengan Walikota Pagaralam Alpian Maskoni di Ruang Besemah III Rabu (31/10).

Dipaparkan USDP Sumsel, bukan saja 37 persen KK yang tidak memiliki jamban, bahkan tercatata ada 6.000 lebih KK yang tidak memiliki pembuangan air limbah.


Kondisi ini membuat Kota Pagaralam berada di peringkat buncit dari empat Kota yang ada di Sumsel, sebagai kota  dengan tingkat penduduknya yang tidak memiliki jamban paling tinggi di Sumsel.

Tim USDP Provinsi Sumsel, Yayat Hidayat mengatakan, ada 18.332 KK di Pagaralam yang tidak memiliki jamban, dimana 2.545 diantaranya tergolong keluarga miskin.

Menanggapi paparan USDP tersebut, Walikota Pagaralam, Alpian Maskoni mengatakan,  jika dilihat dari letak goegrafisnya, wajar jika Pagaralam menjadi peringkat terakhir untuk pencapaian tingkat sanitasinya. Pasalnya di Pagaralam masih banyak daerah dataran tinggi yang memang sering kesulitan air.

"Memang dari zaman dahulu warga Pagaralam masih banyak yang buang air besar di kolam ikan yang ada di lingkungan permukiman terutama di kawasan pinggiran kota. Namun ke depan ditargetkan semua masyarakat Pagaralam sudah memiliki jamban baik secara individual maupun komunal," katanya seperti dilansir Kantor Berita RMOLSumsel.

Untuk mencapai target tersebut Wako mengajak semua OPD terkait gencar melakukan sosialisasikan tentang pentingnya sanitasi.

"Pola pikir masyarakat kita yang harus kita ubah terlebih dahulu agar program ini bisa berjalan dengan baik dan bisa tercapai selama lima tahun kedepan," harapnya. [yls]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Ombudsman RI Pelototi Tata Kelola Haji

Kamis, 23 April 2026 | 10:15

Kemlu Protes Spanduk "Rising Lion" Israel di RS Indonesia Gaza

Kamis, 23 April 2026 | 10:06

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan ke Rp17.274 per Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 09:21

Kisah Epik Sang ‘King of Pop’: Film Biopik Michael Resmi Menggebrak Bioskop Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:18

Ketua KONI Ponorogo Sugiri Heru Sangoko Dicecar KPK Soal Pemberian Fee ke Sudewo

Kamis, 23 April 2026 | 09:15

MUI Minta Jemaah Haji Doakan Pemimpin Indonesia

Kamis, 23 April 2026 | 09:14

Bursa Asia Menguat: Nikkei Cetak Rekor

Kamis, 23 April 2026 | 09:07

Harga Minyak Kembali Tembus 100 Dolar AS

Kamis, 23 April 2026 | 08:58

Wall Street Perkasa Berkat Donald Trump

Kamis, 23 April 2026 | 07:41

Pentagon Pecat Petinggi Angkatan Laut John Phelan di Tengah Gencatan Senjata

Kamis, 23 April 2026 | 07:25

Selengkapnya