Berita

Fary Djemy Francis/Net

Politik

DPR Evaluasi Tiket Pesawat Berbiaya Murah

SELASA, 30 OKTOBER 2018 | 16:20 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

. Atas kejadian jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 rute Jakarta-Pangkalpinang di perairan Karawang, Jawa Barat, DPR akan mengevaluasi tiket berbiaya murah.

"Salah satu yang kita evaluasi adalah komponen-komponen tiket berbiaya murah. Apakah komponen-komponen maintenance-nya, biaya operasionalnya itu juga bisa menutupi dan sebagainya," kata Ketua Komisi V DPR, Fary Djemy Francis di Komplek Parlemen, Jakarta, Selasa (30/10).

Menurut Fary, biaya tiket yang murah identik dengan mengesampingkan aspek-aspek keselamatan penerbangan. Sehingga masyarakat menjadi bertanya-tanya dengan adanya sistem Low Cost Carrier (LCC) yang diterapkan oleh maskapai penerbangan.


"Nah tapi kan enggak bisa, yang namanya visi besar dari Perhubungan itu adalah keselamatan," tegasnya.

Baca: Soal Keselamatan Penerbangan, DPR: Penguasa Jangan Kalah Dari Pengusaha

Berkaca dengan kasus Airasia QZ 320 yang jatuh di perairan Pangkalan Bun tahun 2014, masalah LCC sudah dibahas.

Politisi Partai Gerindra itu menambahkan apa yang dilakukan oleh DPR berdasarkan keluhan dari masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti kepada pemerintah.

"Banyak sekali keluhan-keluhan masyarakat yang berkaitan dengan safety security dan kenyamanan, tapi tidak ada tuh upaya-upaya tentang perbaikan," pungkas Fary. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya