Berita

Politik

Kompak Bersatu, Relawan Milenial Akan Deklarasi Pilpres Damai

SELASA, 30 OKTOBER 2018 | 14:28 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Peringatan Hari Sumpah Pemuda harus menjadi momentum bagi pemuda atau generasi milenial untuk berada dalam satu poros politik di Pilpres 2019 mendatang.

Poros itu adalah politik kebangsaan yang menempatkan milenial selalu bergandeng tangan walau berada dalam garis politik yang berbeda-beda.

Atas alasan itu Relawan Jokowi Suara Hati Rakyat (Juara), Forum Umat Islam Bersatu (FUIB), dan Jaringan Aliansi Nasional (Jarnas) berencana menggelar acara "Deklarasi Nasional 2019 Pilpres Damai". Sedianya acara ini bakal digelar di Gedung Joeang, Menteng, Jakarta pusat, lusa, Kamis (1/11).


Sekretaris Jenderal Relawan Juara Troy Pomalingo menjelaskan bahwa acara ini akan dihadiri para mahasiswa, aktivis pergerakan, dan para calon yang bertarung di Pilpres 2019.

"Kami telah mengundang  Pak Jokowi-KH Ma'ruf Amin serta Pak Prabowo-Sandiaga Uno karena kami para pemuda Indonesia mau melihat komitmen kedua pasangan ini dalam menjaga NKRI," ujar Troy dalam keterangan tertulisnya, Selasa (30/10).

Deklarasi ini, sambungnya, ingin mengajak kubu Jokowi dan Prabowo untuk tetap bergandenga tangan dalam bingkai kebangsaan, walaupun sedang berkontestasi dalam pemilu 2019.

"Sehingga bangsa ini tetap dalam suasana sejuk, karena jika Pak Jokowi dan Pak Prabowo sepakat dengan ide kami, maka kami sebagai generasi muda akan mengapresiasi mereka," sambungnya.

Sementara itu, Ketua FUIB Rahmat Himran menjelaskan bahwa pihaknya telah mengundang sejumlah organ kepemudaan yang berseberangan dengan Jokowi untuk datang. Menurutnya, semua harus duduk bersama di saat suasana menjelang Pilpres sudah semakin parah.

"Pilihan politik jangan sampai memecah bangsa dan kami generasi muda tidak mau jadi korban kontestasi politik jika terjadi peperangan antar pendukung masing-masing pasangan calon," jelasnya.

Nantinya, sambung Rahmat, para calon presiden dan wakil presiden akan diminta berorasi di depan para pemuda. Mereka akan diminta menyatakan komitmen dalam menjaga kesejukkan pilpres.

"Serta tidak menyebarkan hoax, ujaran kebencian, fitnah maupun menggunakan simbol agama dalam proses Pilpres sebab ini berpotensi memecah belah bangsa ini," tukasnya Rahmat Himran. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya