Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, memiliki kesamaan dengan politikus kawakan Malaysia, Dato’ Seri Anwar Ibrahim.
Mega dan Anwar meniti jalur politik yang memiliki banyak kesamaan. Keduanya, satu angkatan dalam politik dan saat ini kedua tokoh itu sama-sama berusia 71 tahun.
"Dapat dikatakan pula perjalanan politik yang kami pilih bukan perjalanan politik yang berjalan di bentangan karpet merah," ujar Megawati, saat
menyampaikan testimoninya tentang sosok Dato’ Seri Anwar Ibrahim yang menerima gelar doktor kehormatan (DRHC) dari Universitas Negeri Padang (UNP), Padang (Senin, 29/10).
menyampaikan testimoninya tentang sosok Dato’ Seri Anwar Ibrahim yang menerima gelar doktor kehormatan (DRHC) dari Universitas Negeri Padang (UNP), Padang (Senin, 29/10).
Megawati, yang juga penerima gelar DRHC dari UNP pada 27 September 2017, pernah menjalani pemeriksaan di kepolisian dan kejaksaan saat memimpin PDI di era Orde Baru. Anwar pun mengalami hal serupa dalam meniti karier politiknya di Malaysia.
"Saya sudah dipanggil sama polisi lah, kejaksaan lah. Saya bilang mungkin tinggal satu langkah ini (diadili)," katanya.
Namun, ada perbedaan antara Megawati dengan Anwar. Sebab, Megawati tak pernah menjalani pemenjaraan.
"Rupanya (dinamika politik) begitu cepat sehingga Indonesia mengalami reformasi. Alhamdulillah saya belum jadi masuk ke penjara," tuturnya.
Meski demikian, Megawati mengaku tak mendendam kepada pihak-pihak yang menzaliminya. Hal itu pula yang dilakukan Anwar kepada pihak-pihak yang menzaliminya hingga harus berada di penjara.
"Sahabatku, saya mengikuti perjalanan politikmu dalam menentang ketidakadilan," kata Megawati.
Namun, tambah Megawati, sejarah telah mencatat perjuangan Anwar Ibrahim untuk menyatukan Malaysia yang terdiri dari multietnis sama seperti Indonesia.
"Perjuangan politiknya untuk pengakuan, penghargaan, dan persamaan perlakuan terhadap seluruh etnis yang ada di Malaysia adalah bentuk perjuangan politik kemanusiaan yang telah diyakininya, dirintisnya sejak usia muda," sambung Megawati.
Karena itu Megawati langsung memberikan respons positif ketika mendengar kabar bahwa UNP akan memberikan gelar DRHC untuk Anwar Ibrahim.
Bahkan, Megawati langsung bersedia ketika didaulat menyampaikan testimoni tentang Anwar Ibrahim.
"Saya merupakan alumnus dari Universitas Negeri Padang karena tahun lalu juga mendapatkan doctor honoris causa. Dan ketika (UNP) akan memberikan gelar ini kepada Dato’ Seri Anwar Ibrahim, saya diberitahu, dan saya mendukung penuh karena juga merupakan salah seorang kawan saya," demikian Megawati.
[lov]