Berita

Joko Widodo/Net

Politik

Pemilih Jokowi Di 2014 Ingin Kondisi Ekonomi Lebih Baik

SENIN, 29 OKTOBER 2018 | 20:15 WIB | LAPORAN:

Hampir 70 persen pemilih Joko Widodo (Jokowi) pada pemilihan presiden tahun 2014 lalu ingin kondisi ekonomi lebih baik dibandingkan masa sebelumnya.

Demikian survei Lembaga riset Indonesia Development Monitoring (IDM) yang dilakukan pada tanggal 8-21 Oktober 2018 dengan responden sebanyak 2.178 orang yang tersebar di 33 provinsi dengan margin of error sebesar kurang lebih 2,1 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.  

Berdasarkan keterangan pers yang diterima redaksi, survei IDM menemukan 38,9 persen responden mengatakan kondisi ekonomi saat ini mengalami penurunan.


"Hanya 12.7 persen saja responden yang mengatakan mengalami peningkatan ekonomi. Sedangkan sisanya sebesar 48,4 persen mengatakan kondisi ekonomi mereka sama saja (stagnan)," ujar Direktur Eksekutif IDM, Bin Firman Tresnadi, Senin (29/10).  

Hal itu, kata Bin Firman, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional selama 4 tahun pemerintahan Jokowi yang berkisar antara 4,8-5 persen saja.

"Keadaan pertumbuhan ekonomi ini tentu saja berimbas kepada lapangan kerja di masyarakat. Dalam temuan survei, diketahui bahwa 64,6 persen responden menyatakan selama 4 tahun terakhir sangat sulit mencari pekerjaan," ungkapnya.

Sedangkan, 31,2 persen mengatakan ada lapangan kerja tapi banyak yang tidak sesuai dengan tingkat pendidikan ataupun keahlian yang dimiliki masyarakat.

"Dan sebanyak 4,2 persen menyatakan tersedia lapangan kerja.
Dengan pertumbuhan ekonomi yang hanya berkisar di 4,8-5 persen tidak memberikan tambahan lapangan kerja baru bagi angkatan kerja baru," kata dia.

Lantaran tidak tertampungnya angkatan kerja baru, maka pekerjaan di sektor informal menjadi pilihan, seperti pengemudi ojek online.

"Hal yang penting diketahui adalah hampir 40 persen tenaga kerja Indonesia saat ini bekerja di sektor informal. Dimana jaminan keamanan rendah dan jaminan sosial yang tidak memadai," pungkasnya. [lov]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Sejarah Baru! Hattrick Perdana Messi Bawa Argentina Libas Aljazair dan Samai Rekor Klose

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:15

KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan Kasus Bea Cukai yang Seret Nama Djaka Budi Utama

Rabu, 17 Juni 2026 | 10:01

Reog Sekolah Rakyat Ponorogo Raih Penghargaan di Ajang Piala Presiden

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:34

Pemerintah Hentikan Sementara MBG Selama Libur Sekolah

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:32

Mahfud MD Nilai Dadan Hindayana Layak Dihukum Mati Jika Terbukti Korupsi

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Kembali ke Level 78 Dolar AS

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:19

Harta Wamenko Pangan Hanif Faisol Tembus Rp8,9 Miliar, Naik Tajam Sejak 2022

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:04

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Pimpin Penurunan

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:52

Bayan Resources Siap Tebar Dividen Rp 8,96 Triliun dari Laba Buku 2025

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:40

Wall Street Variatif, Dow Jones Terbang Tinggi

Rabu, 17 Juni 2026 | 08:23

Selengkapnya