Berita

Aizudin Abdurrahman/Net

Politik

PBNU Kembali Tegaskan Tetap Usung Politik Kebangsaan

SENIN, 29 OKTOBER 2018 | 16:18 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Nahdlatul Ulama (NU) organisasi yang tidak berpolitik praktis. Politik NU adalah politik kebangsaan, politik 'aliyah dan politik 'ammah.

Demikian disampaikan Ketua PBNU KH. Aizudin Abdurrahman menyikapi Halaqah Nahdliyah Khitthah yang berlangsung di Ponpes Tebuireng, Jombang, Jawa Timur yang diadakan oleh keturunan para pendiri NU dan dihadiri sekitar 50 tokoh NU.

Namun demikian, kata Gus Aiz, khittah NU bukan berarti dibenturkan dengan konstitusi apalagi menghilangkan hak politik warga Nahdliyyin.


Menurutnya, pesan hasil halaqah di Tebuireng sudah menjadi perhatian KH. Ma'ruf Amin sebagai salah satu alumni terbaik dari Ponpes Tebuireng.

"Sudah sejak lama menjadi perhatian beliau dan itu bisa dilihat dari pencapaian beliau saat ini," tegas Gus Aiz yang juga salah seorang cucu pendiri NU KH. Hasyim Asyari seperti dalam keterangan tertulis, Senin (29/10).

Gus Aiz mengingatkan bahwa PBNU tetap berpijak kepada keputusan Muktamar NU ke-28 di Krapyak, Jogjakarta, dan PBNU tetap terbuka dengan kegiatan halaqah sebagaimana yang diselenggarakan di Ponpes Tebuireng.

Sementara terkait dukungan terhadap KH. Ma'ruf Amin, Gus Aiz mengatakan, tentu hal itu tidak terlepas dari dinamika politik kebangsaan dan situasi politik nasional yang menghendaki mantan Rais Aam PBNU itu menjadi cawapres mendampingi petahana Joko Widodo.

"Terlepas dari permasalahan-permasalahan furu'iyyah, warga Nahdliyyin mempunyai kewajiban moral untuk mengantarkan beliau," demikian Gus Aiz.

Halaqah Nahdliyah Khitthah digelar di Ponpes Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Rabu (24/10). Pertemuan itu mencetuskan keinginan mereka untuk menjaga netralitas NU. Tidak terlibat dalam politik praktis, politik kepartaian maupun perebutan kekuasaan. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya