Berita

Prabowo Subianto/Net

Politik

Pengamat: Di Mata PKS, Prabowo Sudah Tidak Penting Lagi

SENIN, 29 OKTOBER 2018 | 00:57 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Bagi PKS, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sudah tidak penting lagi. Hal ini seiring dengan keluarnya surat edaran kepada semua jajaran kepengurusan PKS untuk hanya mengoptimalkan kampanye Sandiaga Uno di Pilpres 2019.

Begitu kata Ketua Pusat Kajian Literasi Media, Afriadi Rosdi dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi, Minggu (28/10).

Dia menjelaskan ada tiga alasan yang membuat Prabowo tidak penting lagi bagi PKS.


“Pertama, Prabowo sudah tak laku dijual, tidak bisa lagi mengangkat elektabilitas Prabowo-Sandi dalam mengejar ketertinggalan dari pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin. Jadi, partai-partai pendukung, termasuk PKS, hanya akan menghabiskan energi jika mengampanyekan Prabowo,” jelasnya.

Menurut Afriadi, mengampanyekan Prabowo tidak akan membawa manfaat berarti bagi PKS dalam menembus Parliamentary Threshold (PT). Jika PKS mengampanyekan Prabowo, itu hanya akan menguntungkan Gerindra, memperbesar perolehan suara Gerindra di Pileg. Sementara suara PKS akan terus tergerus.

“PKS menganggap Pileg lebih penting dibanding Pilpres. Prabowo-Sandi silakan saja kalah asal PKS bisa menembus PT. Sebaliknya, meskipun Prabowo Sandi menang tapi PKS gagal menembus PT, itu tetap saja kiamat bagi PKS karena eksistensi mereka sebagai partai jadi punah,” sambung Afriadi.

Menurutnya, PKS saat ini sedang galau. Sebab, sejumlah lembaga survei menyebut bahwa PKS terancam bisa memenuhi target 4 persen PT. Ditambah lagi, soliditas PKS semakin hari semakin memperihatinkan, sedang berada di titik nadir.

“Pengurus PKS di berbagai daerah sudah mengundurkan diri dan lebih semangat membesarkan Garbi (Gerakan Arah Baru Indonesia) yang diinisiasi Anis Matta, Fahri Hamzah, dkk yang disingkirkan oleh pemegang tampuk kekuasaan PKS sekarang,” tukasnya. [ian]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

UPDATE

DPR Minta Evaluasi Perlintasan Usai Insiden Tabrakan Argo Bromo-KRL

Selasa, 28 April 2026 | 00:15

KRL Sempat Menabrak Taksi Sebelum Diseruduk KA Argo Bromo

Selasa, 28 April 2026 | 00:04

Kedaulatan Data RI jadi Sorotan di Tengah Gejolak Geopolitik

Senin, 27 April 2026 | 23:46

Tim SAR Berjibaku Evakuasi Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 23:24

Kereta Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur, KAI Masih Investigasi

Senin, 27 April 2026 | 23:10

Heboh Anggaran Baju Dinas Pemprov Sumsel Tembus Rp3 Miliar

Senin, 27 April 2026 | 22:30

Kuasa Hukum Thio: Jangan Korbankan Terdakwa Atas Kesalahan Negara

Senin, 27 April 2026 | 22:28

Rocky Terkekeh Dengar Candaan Prabowo Soal “Disiden” di Istana

Senin, 27 April 2026 | 22:11

Kejati Sumut Geledah Kantor Satker Perumahan Usut Dugaan Korupsi Proyek Rusun

Senin, 27 April 2026 | 22:11

KAI Fokus Evakuasi Penumpang di Stasiun Bekasi Timur

Senin, 27 April 2026 | 22:06

Selengkapnya