Berita

Foto/Net

Nusantara

Otak Spanduk Ujaran Kebencian Di Tanjungbalai Harus Diungkap

SABTU, 27 OKTOBER 2018 | 20:13 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Polisi didesak mengungkap dan menangkap otak di balik spanduk yang berisi ujaran kebencian di Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara. Polisi jangan sebatas menjadikan pelaku pemasangan spanduk bernada provokatif itu sebagai tersangka.

Desakan tersebut terkait adanya oknum yang memasang spanduk bertuliskan, "BKM Masjid Sultan Ahmadsyah Tanjungbalai Beserta Masyarakat & Jamaah Menolak Drs Thamrin Munthe MHum Memberi Tausiah di Kota Tanjungbalai".

Pelaku pemasangan spanduk sudah ditetapkan sebagai tersangka, namun yang diduga sebagai otak intelektual atau dalang sampai saat ini belum terungkap.


"Siapa yang punya ide memproduksi, mengorder, dan siapa lagi di atasnya, harus ditemukan. Kami minta kepolisian juga mengungkap dan menangkap otak di balik penyebar ujaran kebencian itu," kata Rifan Malaon, salah seorang warga Kota Tanjungbalai dalam keterangan tertulis, Sabtu (27/10).

Menurutnya, menolak Thamrin Munthe memberi tausiah di Kota Tanjungbalai adalah sebuah ujaran kebencian.

"Harus ditelusuri motivasinya apa? Apalagi, kasus ini sudah terjadi tiga bulan lalu, dan pelaku pemasangan spanduk pun sudah ditetapkan sebagai tersangka," tutur Rifan.

Pada 21 Juli 2018 lalu, Ketua DPC PDI Perjuangan Tanjungbalai, Surya Dharma AR melapor ke Polres Tanjungbalai terkait adanya kegiatan komunitas penyebar ujaran kebencian. Laporan itu diterima dengan nomor STPL/72/VII/SPKT/Res TJB. Laporan itu diterima Kanit I SPKT Polres Tanjungbalai Aiptu Adi Mulya.

Pemasangan spanduk dilakukan oknum tidak bertanggung jawab di depan kantor Kecamatan Datuk Bandar pada 19 Juli 2018 sekitar pukul 10.00 WIB.

Ditambahkan Yusup Sitompul, warga Kecamatan Teluk Nibung, Tanjungbalai, pemasangan spanduk tersebut bisa memancing reaksi balik warga sehingga kerukunan masyarakat Tanjungbalai terancam terpecah belah.

"Sudah pasti ada otak pelakunya. Tak mungkin pelaku bekerja sendirian. Kami, warga dibuat resah oleh oknum yang mau memecah belah masyarakat Kota Tanjungbalai," ujar dia sambil menambahkan bisa saja otaknya yang sentimen terhadap Thamrin Munthe. [lov]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya