Berita

Joko Widodo/Net

Politik

Tak Elok Presiden Bilang Sontoloyo

SABTU, 27 OKTOBER 2018 | 01:13 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Tidak elok Presiden Joko Widodo berujar sontoloyo. Berbicara yang tak elok justru membuat anggapan macam-macam di masyarakat terhadap presiden.

"Presiden itu guru bangsa, tak elok berbicara kata kasar seperti itu lah di depan forum banyak," ketika Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Mardani, Ali Sera, di Jakarta, Selasa (22/10).

Soal politikus sontoloyo dilontarkan Presiden Jokowi ketika berbicara saat acara pembagian sertifikat tanah untuk rakyat di di Lapangan Ahmad Yani, Jakarta Selatan, Selasa (22/10). Jokowi mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dengan politikus sontoloyo jelang tahun politik.


"Sosok guru bangsa seharusnya tidak memberikan pendidikan buruk bagi bangsa dan Politik itu tuntunan bukan tontonan saja," ujar Mardani.

Lebih jauh Mardani mengatakan presiden seharusnya bijak dalam bersikap.

"Presiden adalah sosok tokoh yang terhormat, sebaiknya menjaga kondusifitas dan lebih bijaksana dalam kondisi politik yang cukup hangat ini jelang Pilpres," kata politisi PKS ini.

Pria kelahiran Betawi ini berharap, seluruh masyarakat dan utama Politisi dan Pimpinan Lembaga negara untuk suasana keharmonitas antar berbangsa.

"Baiknya Presiden biasa aja menerimima kritikan, karena kritikan itu salah satu bentuk cinta juga. Jangan sampai malah marah dan mengeluarkan kata-kata yang tidak baik yang bisa mengakibatkan kegaduhan," pungkasnya.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya