Berita

Toto Bartholomeus (Jaket Hitam) keluar dari gedung Merah Putih KPK setelah menjalani pemeriksaan/RMOL

Hukum

Eks Wakil Eksekutif Utama Bank Mayapada Bungkam Usai Diperiksa Kasus Meikarta

KAMIS, 25 OKTOBER 2018 | 23:46 WIB

Penyidik KPK merampungkan pemeriksaan terhadap mantan Wakil Eksekutif Utama PT Bank Mayapada Internasional Toto Bartholomeus.

Toto diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Billy Sindoro terkait kasus dugaan suap dalam perizinan Meikarta. Ia keluar dari Gedung Merah Putih KPK pada pukul 22.17 WIB, Kamis (25/10).

Usai diperiksa Toto memilih membisu. Ia enggan memberi keterangan meski awak media menanyakan perihal pemeriksaannya yang dijalani hingga larut malam.


Toto hanya melempar senyum untuk menjawab pertanyaan wartaman sambil berlalu masuk ke dalam mobil Toyota Fortuner dengan nomor polisi B 1597 FJE yang menjemputnya.

Selain Toto, KPK juga memeriksa saksi lain dari pihak swasta yakni Ketut Budi Wijaya, Novan, Endrikus, Ronald, Sri Tuti, Dianika, dan Josiah.

Bersamaan itu, penyidik juga melakukan pemeriksaan terhadap Eka Hidayat Taufik selaku Kabid Sarana dan pra-sarana di sekretariat Pemda Bekasi, Kusnadi Hendra, yang merupakan analis penerbitan pemanfaatan ruang pada seksi penerbitan perizinan tata ruang dan bangungan, dan Lucki Widiyani selaku pengelola dokumen perizinan pada seksi penerbitan perizinan tata ruang Pemkab Bekasi.

Dalam kasus ini KPK menetapkan sejumlah tersangka yakni Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin, Kepala Dinas PUPR Bekasi, Jamaludi, Kadis Damkar Sahat MBJ Nahar, Kadis DPMPTSP Bekasi, Dewi Tisnawati, serta Kabid Tata Ruang pada Dinas PUPR Bekasi, Neneng Rahmi. Adapun pihak swasta yang ditetapkan sebagai tersangka yakni Henry Jasmen Taryudi, Fitra Djajaja dan Billy Sindoro.

Neneng dan anak buahnya diduga menerima suap Rp7 miliar dari Billy Sindoro. Uang itu bagian dari komisi yang dijanjikan sebesar Rp13 miliar terkait proses perizinan proyek Meikarta. [nes]  

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya