Berita

Hukum

Ternyata Kasus Presiden PKS Hanya Dihentikan Selama Bulan Puasa

RABU, 24 OKTOBER 2018 | 03:56 WIB | LAPORAN:

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengakui pernah meminta pihak kepolisian agar penanganan kasus pencemaran nama baik oleh Presiden PKS Sohibul Iman yang dilaporkannya dihentikan.

"Selama Ramadhan lalu memang kasus ini saya hentikan, karena berkaitan dengan bulan puasa " ungkap Fahri Hamzah lewat pesan singkat, Selasa (23/10).

Namun setelah puasa, Fahri di BAP oleh penyidik dan saat itu mereka mengajukan pertanyaan apakah kasus dilanjutkan atau dihentikan.


"Saya bilang, setelah selesai Puasa maka kasus ini dilanjutkan. Maka itu lah yang membuat ini berjalan lagi. Dan saya yakin memang peristiwa pidananya ada dalam kasus ini," tegas Fahri Hamzah.

Dia menjelaskan, pertama-tama deliknya adalah aduan. Sedangkan pihak yang mengadu adalah dirinya sendiri. Dengan demikian pihaknya yang memutuskan kasus dilanjut atau dihentikan.

"Maka seluruh pasal-pasal dan dugaan pidananya, konstruksi hukumnya, delik dan sebagainya itu berlaku kembali. Tidak ada yang berubah dan disitulah yang menjadi dasar penyidik waktu itu telah menaikan kasus ini kepada tahap penyidikan karena dua alat bukti telah ditemukan," kata Fahri Hamzah.

Nah, pemeriksaan yang dilakukan pihak penyidik terhadap Sohibul menurut Fahri sebenarnya adalah dalam rangka memastikan bahwa siapa pelakunya dan pelakunya itu adalah Sohibul.

"Begitu. Jadi itu konstruksinya, tidak bsa bergeser dari situ," demikian Fahri Hamzah.[dem]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya