Berita

Juanda Eltari/RMOL

Hukum

Buntut Pembakaran Bendera Tulisan Tauhid, Ketum Ansor Dilaporkan Ke Bareskrim

SELASA, 23 OKTOBER 2018 | 15:14 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid di Garut, Jawa Barat oleh oknum Bantuan Ansor Serbaguna (Banser) berbuntut panjang.

Salah satunya, Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Yaqut Cholil dilaporkan ke Badan Resrse Kriminal (Bareskrim) Polri pada Selasa (23/10).

Gus Yaqut dilaporkan oleh pengacara yang tergabung dalam LBH Lawyer Street, Juanda Eltari. Selain Gus Yaqut, dia juga melaporkan oknum Banser yang diduga melakukan pembakaran bendera berkalimat tauhid tersebut.


“Sebagai ketua (Ansor), dia bertanggung jawab terhadap anggota-anggotanya yang telah melakukan pembakaran. Dan ini bukan sekali saja,” kata Juanda usai melapor di Bareskrim, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (23/10).

Rekan pelapor, Sumadi Admaja menambahkan bahwa tindakan Banser yang tak terpuji ini tidak hanya sekali terjadi. Ada rentetan peristiwa serupa, seperti penolakan ceramah Ustaz Abdul Somad di Jawa Tengah hanya karena ada topi yang bertulisan tauhid.

“Selain itu, juga ada razia-razia yang dilakukan oleh Banser, seperti di Cikarang. Terus ada pedagang-pedagang bendera tauhid dirazia,” ujarnya.

Oleh karena itu, sambung Sumadi, ia harus melaporkannya ke aparat Kepolisian dengan harapan peristiwa pembakaran bendera dan yang lainya tidak terjadi.

“Semoga polisi berani bertindak mengenakan pasal UU Ormas ke Banser,” harapnya.

Laporan Juanda diterima oleh Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Bareskrim Polri dengan nomor laporan STTL/1102/X/Bareskrim tertanggal 23 Oktober 2018 dengan terlapor Yaqut Cholil Qoumas.

Yaqut diduga melanggar tindak pidana kejahatan terhadap ketertiban umum, konflik suku, agama dan ras antar golongan (SARA) sebagaimana diatur dalam UU 1/1946 serta pasal 156a KUHP dan UU 16/2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan. [ian]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya