Berita

Darori Wonodipuro/RMOL

Politik

Gerindra Dukung Rizal Ramli Adukan Dugaan Korupsi Impor Pangan Ke KPK

SELASA, 23 OKTOBER 2018 | 11:16 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

. Ekonom senior Dr. Rizal Ramli bersama tim kua hukum mendatangi KPK untuk menuntut ditangkapnya para mafia pangan yang sudah menyulitkan petani, Selasa (23/10).

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi IV DPR Fraksi Partai Gerindra, KRT Darori Wonodipuro merespons positif langkah RR tersebut.

"Pak Rizal Ramli kan lebih keras lagi bilang ada fee. Itu kan terang-terangan dan ada benarnya juga menurut saya," ucap Darori saat ditemui Kantor Berita Politik RMOL di ruang kerjanya, Gedung DPR, Jakarta, Selasa (23/10).


Selama ini, Darori melihat ada kejanggalan dalam praktik distribusi beras di pasaran. Pengamatannya beberapa kali banyak penimbunan beras yang kemudian harga naik drastis.

Selain itu maraknya beras impor juga telah meresahkan petani lokal karena beras hasil panen menjadi tidak laku dan akhirnya hanya menumpuk di gudang.

"Makannya petani merugi terus, sehingga kalau nyari tukang padi sekarang susah, karena nggak ada yang mau jadi petani," ungkapnya.

Dia pun menyoroti kehidupan petani yang makin susah. Berbeda jauh dengan Jepang, di mana petani begitu terhormat dan sejahtera hidupnya.

"Kalau di sini petani kan terpaksa. Ini lah yang saya katakan saya lihat teman-teman nggak ada yang mau turun jadi penyuluh klo nggak terpaksa," bebernya.

Dengan langkah Rizal Ramli tersebut yang ingin memutus rantai mafia pangan, Darori sangat bersyukur dan mendukung sekali.

"Benar itu Pak Rizal Ramli, ini demi petani kita," tandasnya.

Rizal Ramli menyambangin Gedung Merah Putih KPK di Kawasan Kuningan, Jakarta, Selasa pagi. RR tiba bersama belasan tim pengacaranya.

RR melakukan pelaporan terkait dengan adanya dugaan tindak pidana korupsi di balik impor pangan yang belakangan semakin masif dilakukan pemerintah.

"Impor pangan sangat merugikan bangsa kita terutama petani dan konsumen, serta ada dugaan tindak pidana korupsi. Oleh karena itu kami akan melaporkan kepada KPK," ujar mantan kepala Bulog itu. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Ketua MPR: Peternak Sejahtera, Indonesia Makmur

Sabtu, 25 April 2026 | 22:13

PPN Tiket Pesawat Ekonomi Ditanggung Pemerintah Selama 60 Hari

Sabtu, 25 April 2026 | 21:55

Wapres Gibran Tunjukan Komitmen untuk Indonesia Timur

Sabtu, 25 April 2026 | 21:48

Babak Baru Kasus Hukum Rismon, Dilaporkan Gara-gara Buku "Gibran End Game"

Sabtu, 25 April 2026 | 21:25

Pengusaha Warteg Keberatan Zulhas Beri Sinyal Minyakita Bakal Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:51

Bukan Soal PAN, Daya Beli juga Tertekan kalau Minyakita Naik

Sabtu, 25 April 2026 | 20:36

Prof Septiana Dwiputrianti Dikukuhkan Guru Besar Politeknik STIA LAN Bandung

Sabtu, 25 April 2026 | 19:52

Modus Ganjal ATM Terbongkar, Empat Pelaku Dicokok

Sabtu, 25 April 2026 | 19:39

The Impossible Journey, Kisah Perjalanan AS Kobalen

Sabtu, 25 April 2026 | 18:44

Kawal Distribusi Living Cost, BPKH Pastikan Efisiensi Dana Haji 2026

Sabtu, 25 April 2026 | 18:24

Selengkapnya