Berita

Nusantara

Dualisme Kepengurusan, Warga Apartemen Graha Cempaka Mas Mengadu Ke Walikota

SELASA, 23 OKTOBER 2018 | 09:37 WIB | LAPORAN:

. Dualisme kepengurusan penghuni Apartemen Graha Cempaka Mas (AGCM), Kemayoran, Jakarta Pusat masih belum menemui titik terang.

Perwakikan warga AGCM mendatangi kantor Walikota Jakarta Pusat di Jalan Tanah Abang 1, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Senin (22/10).

Mereka mengadu ke Walikota Jakpus, Bayu Meghantara atas dualisme kepengurusan perhimpunan penghuni rumah susun (PPRS).


Kedatangan warga yang didampingi Anggota DPD RI, Fahira Idris diterima Walikota Jakpus.

Turut hadir pula sejumlah Kepala Seksi Dinas PUPR DKI, Sekcam Kemayoran dan Lurah Sumur Batu.

Pada pertemuan tersebut, warga berharap sengketa kepengurusan PPRSC Graha Cempaka Mas dapat segera selesai agar tidak timbul dilema ditengah warga.

Di kesempatan yang sama Abdul Qodir Batubara selaku kuasa hukum PPRS Graha Cempaka Mas dari Supriyadi & Associates Law Firm, mengatakan, saat ini sengketa kepengurusan masih berjalan di meja hijau.

Menurutnya sangat tidak etis bila satu pihak yang mengklaim. Sebab hingga kini belum ada keputusan incacht Pengadilan Negeri Jakpus.

"Menyikapi hal ini saya rasa kita harus mengedepankan aspek hukum. Sehingga ke depannya tidak ada perselisihan lagi," ungkapnya kepada wartawan, Selasa (23/10).

Abdul Qadir menjelaskan, berdasarkan akta RULB, Tonny Soenanto dkk yang dibuat Notaris Stephany Maria Lilianti, SH adalah tidak sah.

Sesuai dengan pengakuan Notaris itu sendiri dan dipertegas oleh Putusan Majelis Pengawas Wilayah Notaris Provinsi DKI Jakarta No. 5/PTS/Mj.PWN.Prov.DKI.Jakarta/XI/2017 tanggal 10 November 2017.

"Saat ini terdapat gugatan perdata No. 16/PDT.G/2018/PN.JKT.PST tanggal 15 Januari 2018 di PN Jakarta Pusat yang sedang memasuki tahap pembuktian, sehingga kita tunggu saja keputusannya," kata Abdul Qadir.

Dia menegaskan, agar tidak meresahkan warga, maka serah terima harus menunggu keputusan berkekuatan hukum tetap.

"Tunggu keputusan hukum yang sah," jelas Abdul Qadir. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya