Berita

Nusantara

Bamus Betawi Akan Bentuk Lembaga Nasab

MINGGU, 21 OKTOBER 2018 | 19:33 WIB | LAPORAN:

Musyawarah Besar (Mubes) Badan Musyawarah Masyarakat (Bamus) Betawi digelar di Putri Duyung, Ancol, Jakarta Utara. Mubes digelar sebagai kelanjutan Mubes yang digelar di Balaikota DKI Jakarta dan Hotel Twin pada tanggal 1-2 September 2018 lalu.

"Mubes ini digelar karena Majelis Tinggi (MT) sebagai penanggung jawab Bamus melihat Mubes yang kemarin cacat hukum alias tidak sah," kata Ketua Steering Commite (SC) Edwan Hamidy kepada wartawan, Minggu (21/10).

Edwan memastikan semua ormas dalam naungan Bamus Betawi hadir.


"Sejauh ini 98 ormas yang kami undang menyatakan siap hadir," jelasnya.

Selain ormas, Mubes ke-VII juga dihadiri tokoh-tokoh Bamus dan para sesepuh Betawi, di antaranya Ridwan Saidi, Lutfi Hakiem, Nachrowi Ramli, dan Harianto Badjuri (HB).

Lembaga nasab akan dibentuk dalam mubes tersebut untuk menjaga kemurnian keturunan keluarga besar Betawi. Ketua Umum Bamus Betawi, Zainuddin menjelaskan, lembaga ini nantinya bertugas memberikan legitimasi baik dalam penggunaan nama maupun gelar abang dan mpok.

"Juga melegitimasi warga di luar keluarga Betawi untuk mendapatkan gelar kehormatan," lanjut Zainuddin.

Oding, panggilan akrab Zainuddin menambahkan, keturunan Betawi saat ini sudah banyak tersebar di seluruh Indonesia dan juga di luar negeri. Lembaga nasab ini yang akan melegitimasi dan menyatukan kembali.

Selain itu, kata Oding, seiring dengan terbitnya Perda dan peraturan perundang-undangan tentang pengakuan ormas kedaerahan, maka Bamus Betawi menjadi sangat seksi.

"Lembaga Nasab Betawi ini menjadi sangat penting karena ketua umum, sekjen dan majelis adat masyarakat Betawi harus murni berdarah Betawi," tutur Oding.[dem]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya