Berita

Nusantara

Harusnya Pemerintah Jujur Kepada Masyarakat Soal Informasi Bencana

SABTU, 20 OKTOBER 2018 | 11:25 WIB | LAPORAN:

. Pemerintah dinilai salah apabila sudah mengetahui daerah rawan bencana, tapi tidak meneruskannya ke masyarakat dengan alasan agar tidak terjadi kepanikan.

Apalagi informasi wilayah rawan bencana diketahui berdasarkan riset dan pemetaan yang dilakukan oleh beberapa organisasi.

Baca: ACT Sudah Beri Tahu Pemerintah Soal Prediksi Bencana Di Palu Sejak April


"Pemerintah setempat bilang jangan disebar, karena akan timbul kehebohan," kata Vice President of Communication Network ACT, Iqbal Setyarso dalam diskusi di kawasasan Menteng, Jakarta, Sabtu (20/10).

Mentok di pemerintah daerah, kementerian terkait harusnya mendorong agar informasi tersebut diteruskan ke masyarakat. Dengan harapan ada pencegahan dan persiapan.

Namun, ACT melihat bahwa kementerian justru ikut menutup-nutupi apa hasil riset yang mengatakan daerah Kota Palu rawan bencana.

"Harusnya kementerian atau lembaga terkait ikut back-up ini dengan jujur, bukan hanya menutup-nutupi," imbuhnya.

Parahnya lagi, sambung dia, kalau informasi terkait prediksi bencana ditutup-tutupinya, hal itu akan berpengaruh kepada pemerintah berikutnya.

"Kalau pemda menutupi, dia menyelamatkan periodenya, tidak ke pemerintahan berikutnya," tutup Iqbal. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya