Berita

Tim Labfor Polri/RM

Hukum

Polisi: Ada Saksi Yang Mendengar Tiga Kali Tembakan

JUMAT, 19 OKTOBER 2018 | 09:42 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Kepolisian kembali memastikan proyektil yang ditemukan di sejumlah ruang kerja Anggota DPR berasal dari tembakan nyasar saat latihan.

"Nanti kita cek lagi ada saksi yang mendengar di Lapangan Tembak ada tiga kali rentetan," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto, Jumat (19/10).

Dari hasil penyelidikan polisi, Setyo menuturkan, senjata yang digunakan ditambahi suatu alat yang membuat senjata api jenis glock menjadi otomatis. Senjata jenis glock itu, kata Setyo, memiliki mode standar semi otomatis.


"Kalau menembak biasa, semi automatic, nembak satu balik lagi, Kalau automatic dalam hitungan detik itu terus sekali tembak bisa tembakan berkali-kali sehingga slide bolak balik dalam hitungan detik," urai Setyo.

Dengan modus otomatis itu, lanjut Setyo, bila pengguna tidak siap, maka pengguna akan kaget dan menyebabkan peluru tertembak ke arah yang tak terduga.

Sebelumnya, Kepolisian menyimpulkan, peluru tersebut berasal dari dua PNS Kementerian Perhubungan, yakni IAW dam RMY yang berlatih tembak di Lapangan Tembak Senayan, pada Senin (15/10). Keduanya ditetapkan tersangka.

Dari kedua tersangka, polisi menyita dua buah pucuk senjata api jenis Glock 17 dan Akai Custom dengan kaliber 40. Senjata tersebut adalah jenis senjata yang diperuntukkan bagi olahraga. Selain dua pucuk senjata, polisi juga menyita tiga buah magazine serta tiga kotak peluru ukuran 9x19. Kemudian, dua buah magazine dan satu kotak peluru ukuran 40.

Hasil penyelidikan dan penyisiran kepolisian, hingga Kamis (18/10), ternyata ada enam peluru yang diduga tertembak ke enam ruangan di Gedung DPR. Enam lubang ditemukan, namun baru lima proyektil yang ditemukan.

Rincian proyektil yang ditemukan yakni, proyektil di Lantai 16 Ruang 1601 Wenny Warouw Fraksi Gerindra, Lantai 13 Ruang 1313 Bambang Heri Purnama Fraksi Golkar, lantai 10 Ruang 1008 Vivi Sumantri Fraksi Demokrat, Lantai 9 Ruang 0915, Bpk Khatibul Umam Wiranu Fraksi Demokrat, dan Lantai 6 Ruang 0617, Effendi Simbolon Fraksi PDIP. [jto]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

BPOM Terbitkan Aturan Baru untuk Penjualan Obat di Minimarket

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:01

Jaksa KPK Endus Ada Makelar Kasus dalam Kasus Bea Cukai

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:59

Kapolri Dianugerahi Tanda Kehormatan Adhi Bhakti Senapati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:50

Komisi XIII DPR Desak LPSK Lindungi Korban Kasus Ponpes Pati

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:39

Pengembangan Koperasi di Luar Kopdes Tetap jadi Prioritas

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:20

AS Galang Dukungan PBB untuk Tekan Iran di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Komdigi Lakukan Blunder Kuadrat soal Video Amien Rais

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:06

Menteri PU: Pejabat Eselon I Diisi Putra dan Putri Terbaik

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:58

RI Jangan Lengah Meski Konflik Timur Tengah Mereda

Rabu, 06 Mei 2026 | 16:45

Selengkapnya