Berita

Arief Poyuono/Net

Politik

Gerindra: PSI Gagal Paham Soal Kekayaan Indonesia Bocor Ke Luar Negeri

SELASA, 16 OKTOBER 2018 | 02:58 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Para politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dinilai gagal paham mengartikan pidato Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto di Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), Kamis (11/10) lalu.

Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono, Jurubicara PSI Rizal Calvary Marimbo tidak paham tentang praktik ekonomi kebodohan alias the economics of stupidity yang dimaksud oleh Prabowo.

Baca: PSI: Usaha Keluarga Prabowo Dan Sandi Semacam Makelar


“Orang PSI enggak ngerti apa-apa tentang kekeyaan Indonesia yang mengalir ke luar negeri,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Selasa (16/10).

Dia kemudian mencontohkan pelemahan nilai tukar rupiah hingga menembus angka Rp 16 ribu per dolar AS, yang mengakibatkan Bank Indonesia membuat aturan akan memberi insentif kepada perusahaan-perusahaan asing dan nasional yang produknya berorientasi ekspor.

Tujuannya, agar hasil pendapatan dari ekspor mereka dalam bentuk dolar AS tidak ditransaksikan dan disimpan di bank-bank luar negeri. Tetapi ditaruh di Indonesia untuk dikurskan dalam bentuk rupiah.

“Nah hasil ekspor tersebut kan masuk dalam produk domestik bruto (PDB) Indonesia, seharusnya pendapatan itu stay di Indonesia, jika pembuat kebijakan moneter di Indonesia atau pemerintah punya kecerdasan dalam mengelola ekonomi Indonesia,” urainya.

Dia kemudian menyindir Jokowi yang selama ini tidak berani mengeluarkan kebijakan kontrol modal yang keluar masuk di Indonesia, sehingga kekayaan Indonesia dalam bentuk pendapatan ekspor tidak mengalir keluar negeri.

“Nah ini namanya sistem ekonomi yang bodoh dan penakut. Karena takut akan larangan IMF Dan World Bank. Sebab, jika melakukan kontrol modal keluar masuk dianggap oleh IMF dan World bank sebagai hambatan liberalisasi modal yang keluar masuk ke negara-negara lain,” sambung Arief.

Menurunya, jika Indonesia bisa mengeluarkan kebijakan kontrol modal seperti Tiongkok, maka dapat dipastikan kekayaan Indonesia akan tinggal di negara ini.

“Jadi enggak perlu ngutang ke luar negeri,” tukasnya.

Sementara menjawab mengenai bisnis yang dijalankan keluarga adik Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo dan Sandiaga Uno, Arief mengatakan bahwa bisnis keduanya merupakan dari bisnis dengan mitra internasional.

“Tapi coba check ada enggak dana perusahaan Sandiaga atau Hasyim stay di luar negeri. Jawabnya tidak,” tutup Arief. [ian]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya