Berita

Malaysia/Net

Dunia

Pencana Penghapusan Hukuman Mati Malaysia Bisa Selamatkan 117 TKI

SABTU, 13 OKTOBER 2018 | 05:56 WIB | LAPORAN:

Rencana pemerintah Malaysia untuk menghapus hukuman mati dapat menyelamatkan sekitar 117 Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

Begitu data dari Migrant Care yang disampaikan oleh Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid dalam keterangannya akhir pekan ini.

Usman menuturkan jika Indonesia mengikuti langkah Malaysia, maka pemerintah Indonesia dapat menyelamatkan 188 warga asing yang terancam hukuman mati.


Usman menegaskan bahwa hukuman mati merupakan cara kejam, tidak manusiawi, dan merendahkan martabat manusia tersebut jelas melanggar hak untuk hidup yang dijamin Deklarasi Umum Hak Asasi Manusia (DUHAM) dan Kovenan Internasional Hak-Hak Sipil dan Politik.

"Gerakan abolisi hukuman mati bukanlah gerakan untuk menghapuskan pidana bagi pelaku kejahatan tapi upaya penghapusan jenis penghukuman yang kejam dan melanggar hak hidup. Pelaku kejahatan tetaplah harus dihukum jika terbukti di depan hukum tanpa harus berujung pada hukuman mati," kata Usman.

Usman menyampaikan saat ini lebih dari dua pertiga negara-negara di dunia telah menghapus hukuman mati dalam undang-undang atau praktik, dan Malaysia akan  bergabung bersama dengan 106 negara lainnya yang menghapuskan hukuman mati untuk semua kejahatan.

"Keputusan pemerintah Malaysia tersebut adalah kebijakan pro HAM yang sepatutnya ditiru oleh Pemerintah Indonesia," lanjut Usman.

"Amnesty International menolak adanya hukuman mati tanpa terkecuali dalam kasus apa pun dan dengan metode apa pun," tandasnya. [mel] 

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya