Berita

Foto: Net

Bisnis

Harga BBM Nonsubsidi Naik Bukti Analisa Berbagai Ahli Ekonomi

RABU, 10 OKTOBER 2018 | 17:04 WIB | LAPORAN:

Kenaikan beberapa jenis bahan bakar minyak (BBM) non subsidi seperti Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex menunjukkan kepanikan pemerintahan Joko Widodo.

Pertamina menyatakan kenaikan itu dipicu harga minyak dunia yang saat ini mendekati 100 dolar AS per barel.

"Kangmas Joko Widodo makin panik naikkin harga BBM non subsidi," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono melalui pesan aplikasi Whatsapp yang diterima Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (10/10).


Per hari ini mulai pukul 11.00 WIB tadi, Pertamina menaikkan harga Pertamax menjadi Rp.10.400, Pertamax Turbo Rp. 12.250, Dexlite Rp. 10.500, dan Pertamina Dex Rp. 11.850.

Seperti rakyat kebanyakan, ia juga tak bisa menolak kebijakan itu. Ia justru mempertanyakan klaim pemerintah selama ini melalui Presiden Jokowi sendiri, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya, Luhut Binsar Panjaitan bahwa kondisi ekonomi baik-baik saja.

"Pemerintah (katanya) bisa menjaga inflasi dan ekonomi pada kwartal kedua masih tumbuh 5,27 persen,"ulasnya.

Dengan kenyataan ini, kata dia, maka tidak ada alasan pemerintah untuk membantah semua analisa berbagai ahli ekonomi tentang kondisi ekonomi Indonesia yang kian terpuruk.

Ia prediksi Bank Indonesia tak lama kembali menaikkan suku bunganya. "Kalau sudah begitu siap siap terjadi kredit macet di perbankan Indonesia dan siap-siap yang punya duit di bank berhati-hati karena kemungkinan bisa terjadi bank pada collapse alias BBO (bank beku operasi)," tambahnya.

Bukan tak mungkin terjadi PHK buruh secara besar-besaran karena perusahaan tak sanggup membayar gaji dan ongkos produksi mahal.

"Nah apalagi jika terus harga minyak dunia menyentuh level 100 dolar AS per barel dipastikan harga BBM tidak ada lagi yang disubsidi karena anggaran negara saja sudah defisit parah. Akhir kata dengan naiknya harga minyak dunia juga akan berdampak pada harga gas dan batubara. Ya akhirnya berdampak harga LPG fan tariff listrik akan naik," paparnya.[wid]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Jokowi Injak Kepala Kerbau saat Terima Gelar Adat Lampung, Apa Maknanya?

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:21

Safari Politik Jokowi Bukti Kepemimpinan Gibran dan Kaesang Lemah

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:21

Jokowi dan PSI, Duri dalam Daging Pemerintahan Prabowo

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:09

Daftar Wilayah yang Berpotensi Terdampak El Nino 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:05

Keiko Fujimori Akhirnya Bernasib Sama Seperti Prabowo

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:03

KPK Sebut 10 Orang Diamankan dalam OTT Kuansing

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:57

Panitia Minta Jokowi Datang Setelah Acara Adat, Kunjungan Malah Batal

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:50

Koperasi Beri Ruang Bagi Mahasiswa Berwirausaha

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:37

Tutup Perdagangan Akhir Bulan: IHSG Merosot ke 5.643, Rupiah Loyo Dekati Rp18 Ribu

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:28

Ketum AHY: Genap 25 Tahun, Partai Demokrat Ingin jadi Bagian Solusi

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:19

Selengkapnya