Berita

Iran/Net

Dunia

Ayatollah Khamenei: Sanksi AS Lebih Rapuh Daripada Ekonomi Iran

JUMAT, 05 OKTOBER 2018 | 11:00 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Sayyid Ali Khamenei mengatakan sanksi Amerika lebih rapuh daripada perekonomian Iran.

Khamenei menekankan bahwa Iran akan menampar muka Amerika Serikat dengan mengalahkan sanksinya.

Hal itu disampaikan Khamenei saat berpidato dalam pertemuan besar pasukan relawan Basij Iran dan pejabat militer senior di Stadion Azadi di ibukota, Tehran, yang memiliki kapasitas 100.000 orang pada Kamis (4/10).


"Setelah eksplorasi yang luas, musuh telah mencapai sanksi [sebagai solusi untuk melawan Republik Islam. AS tidak memiliki solusi lain kecuali sanksi ekonomi. Jalur lain di depannya terhalang," tegasnya sambil menambahkan bahwa sanksi ekonomi lebih rapuh daripada ekonomi nasional Iran.

"Perekonomian nasional kita dapat mengalahkan sanksi," tegasnya.

"Kekalahan sanksi akan menjadi kekalahan Amerika, dan Amerika Serika, dengan kekalahan ini, harus sekali lagi ditampar di wajah bangsa Iran, insya Allah," tutupnya seperti dimuat Press TV. [mel]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Dokter Juga Manusia

Senin, 04 Mei 2026 | 06:21

May Day Beri Ruang Buruh Bersuara Tanpa Rasa Takut

Senin, 04 Mei 2026 | 06:06

Runway Menantang Zaman

Senin, 04 Mei 2026 | 05:41

Sukabumi Masih Dibayangi Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan

Senin, 04 Mei 2026 | 05:21

Sindiran Prabowo

Senin, 04 Mei 2026 | 05:07

Irwandi Yusuf Dirawat Intensif di Seoul hingga Juni

Senin, 04 Mei 2026 | 04:24

Permenaker 7/2026 Buka Celah Eksploitasi Buruh

Senin, 04 Mei 2026 | 04:18

Menteri AL AS Mundur Tanda Retaknya Mesin Perang Trump

Senin, 04 Mei 2026 | 04:03

Rakyat Kaltim Bersiap Demo Lagi

Senin, 04 Mei 2026 | 03:27

Rasanya Sulit Partai Ummat Pecat Amien Rais

Senin, 04 Mei 2026 | 03:19

Selengkapnya