Berita

Foto/Net

Bisnis

Krisis Ekonomi Global 2020 Harus Sangat Diwaspadai

Perang Dagang AS & China Diramal Berlangsung Lama
SENIN, 01 OKTOBER 2018 | 08:56 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China diramal bakal berlangsung lama. Indonesia diproyeksi mengalami tekanan lebih besar dibandingkan negara tetangga seperti Thailand dan Vietnam.
 
Ekonom Institute for De­velopment of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhis­tira Adhinegara menilai, posisi Indonesia kurang menguntung­kan bila perang dagang antara AS dengan China semakin keras dan berlangsung lama.

"Kalau kita analisis dari ran­tai pasokan, maka negara yang terhubung mensuplai bahan mentah ke AS maupun China akan terkena dampak signifi­kan. Salah satunya Indonesia. Sebab 25 persen tujuan ekspor (bahan mentah) ke kedua negara itu. Dan, saat ini kita sudah merasakan defisit perdagangan sejak awal tahun sampai Agus­tus," kata Bhima kepada Rakyat Merdeka, kemarin.


Di sektor moneter, lanjut Bhima, perang dagang antara AS dengan China akan membuat negara berkembang menghadapi tantangan berat.

Perusahaan investasi di AS, JP Morgan meramal selambat-lambatnya akan terjadi kri­sis keuangan besar di dunia pada tahun 2020. Hal itu antara lain disebabkan perkembangan ekonomi dunia belakangan ini yang mendorong investor berlomba-lomba keluar dari emerging market.

Menurut Bhima, bila krisis dunia terjadi, Indonesia rentan masuk ke dalam negara ke enam yang paling rentan terjadi krisis setelah Afrika Selatan, Kolom­bia, India, Meksiko, dan Chile.

Siapa yang diuntungkan? Bhima menyebut, untuk negara tetangga, Thailand dan Vietnam. Sebab kedua negara itu menda­patkan relokasi pabrik dari As dan China.

Saat ditanya soal potensi konflik AS dengan China men­jadi perang dunia ketiga? Bhima menjelaskan, segala kemungkinan bisa terjadi. Apalagi, da­lam sejarah, perang dunia I dan II terjadi juga dimulai dari saling boikot dan blokade perdagangan di antara negara yang bertikai.

"Trade war itu memang esensi perang atau kondisi pra perang secara fisik," cetusnya.

Proyeksi perang dagang AS dengan China bakal berlangsung lama sebelumnya disampaikan antara lain Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani. Selain itu, Mantan Menteri Koordina­tor Perekonomian yang juga pebisnis, Chairul Tanjung. Bah­kan, CT-panggilan akrab Chairul Tanjung memproyeksi perseteruan kedua negara tersebut bisa menyebabkan terjadinya perang dunia ketiga. Tetapi, perang dimaksudnya bukan perang fisik tetapi perang ekonomi. Hal itu berkaca dari sikap AS yang terus melakukan tekanan terhadap China. Dan, bila ber­hasil mengalahkan China, tidak menutup kemungkinan, AS juga akan melakukan hal yang sama kepada sejumlah negara lain.

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Mohammad Faisal mendorong pemerintah agar mempercepat program diversi­fikasi tujuan ekspor ke destinasi non tradisional.

"Langkah itu diperlukan untuk mengantisipasi resiko perang dagang yang diramal akan terus terjadi," imbuhnya.

Faisal meyakinkan potensi ekspor ke negara non tradisional memiliki potensi besar. Karena, sejauh ini nilainya masih kecil.

"Ekspor ke negara-negara tujuan utama mampu tum­buh 12,3 persen. Akan tetapi, ekspor ke negara non tradisional hanya tumbuh 1,4 persen," imbuhnya. ***

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Jokowi Injak Kepala Kerbau saat Terima Gelar Adat Lampung, Apa Maknanya?

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:21

Safari Politik Jokowi Bukti Kepemimpinan Gibran dan Kaesang Lemah

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:21

Jokowi dan PSI, Duri dalam Daging Pemerintahan Prabowo

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:09

Daftar Wilayah yang Berpotensi Terdampak El Nino 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:05

Keiko Fujimori Akhirnya Bernasib Sama Seperti Prabowo

Selasa, 30 Juni 2026 | 18:03

KPK Sebut 10 Orang Diamankan dalam OTT Kuansing

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:57

Panitia Minta Jokowi Datang Setelah Acara Adat, Kunjungan Malah Batal

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:50

Koperasi Beri Ruang Bagi Mahasiswa Berwirausaha

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:37

Tutup Perdagangan Akhir Bulan: IHSG Merosot ke 5.643, Rupiah Loyo Dekati Rp18 Ribu

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:28

Ketum AHY: Genap 25 Tahun, Partai Demokrat Ingin jadi Bagian Solusi

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:19

Selengkapnya