Berita

Menlu Retno/Net

Dunia

Menlu Retno Minta MIKTA Tingkatkan Kewaspadaan Baru Terorisme

SABTU, 29 SEPTEMBER 2018 | 12:46 WIB | LAPORAN:

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan hasil Pertemuan Tingkat Menteri ke-7 Bali Process di pertemuan Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki, dan Australia (MIKTA) ke-13, di New York, Amerika Serikat pada Jumat (28/9).

Hasil pertemuan Tingkat Menteri Bali Process itu yakni tentang penanganan perdagangan orang, penyelundupan manusia, dan kejahatan lintas batas terorganisir lainnya, serta upaya Indonesia memberantas terrorisme.

“Indonesia berpandangan bahwa prinsip burden sharing dan collective responsibility hendaknya menjadi dasar dalam penanggulangan isu irregullar migration," ungkap Menlu Retno melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi.


Setelah menyampaikan hasil Bali Process, Menlu Retno membahas terkait isu melawan terorisme. Ia mengingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan adanya evolusi dan trend baru terorisme agar lebih siaga dalam inisiatif soft approach guna melawan terorisme dari akar permasalahan.

“Penggunaan hard power saja tidak cukup, kita harus berinovasi dan mengubah lingkaran kekerasan menjadi lingkungan yang damai,” paparnya.

Untuk diketahui, pertemuan ini merupakan Tingkat Menteri Luar Negeri Kedua yang diselenggarakan oleh Indonesia selaku koordinator MIKTA tahun 2018. Selama dipimpin Indonesia, MIKTA telah menyelenggarakan berbagai kegiatan, diantaranya 8 official meetings, 5 workshops, 4 outreach programs, 1 cultural activities, serta mengeluarkan sejumlah joint statements dan outcome documents.

Dalam pertemuan itu seluruh Menteri Luar Negeri MIKTA hadir, yakni Menlu Mexico, Luis Videgaray Caso, Menlu Korsel Kang Kyung-wha, Menlu Turki, Mevlut Cavusoglu, dan Menlu Australia, Marise Payne. [mel]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

Tidak Mengutuk Tapi Ayo Gugat Israel di PBB

Minggu, 05 April 2026 | 01:55

Energi Transisi Sulap Desa Rentan jadi Resisten

Minggu, 05 April 2026 | 01:32

1.305 Rekomendasi Audit BPK di Kementerian PU Belum Tuntas

Minggu, 05 April 2026 | 01:10

Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Buntut Demo Kenaikan BBM

Minggu, 05 April 2026 | 00:52

Menang di Tingkat Kasasi, Natalia Rusli Fokus Kawal Perkara Pidana

Minggu, 05 April 2026 | 00:32

Pemerintah Desak DK-PBB Lindungi Pasukan Perdamaian di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 00:12

Pelni Sukses Layani 467 Ribu Penumpang Selama Arus Mudik-Balik Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 23:57

KSAD: Tiga Prajurit Gugur, Kami Sangat Kehilangan

Sabtu, 04 April 2026 | 23:32

Menlu Ungkap Ada Tiga Prajurit TNI Lagi Terluka di Lebanon

Sabtu, 04 April 2026 | 23:11

ITERA: Fenomena Langit Lampung Timur Diduga Sampah Antariksa Roket China

Sabtu, 04 April 2026 | 22:42

Selengkapnya