Berita

Sofyan Basir/Net

Hukum

Anak Buah Sofyan Basir Benarkan Bosnya Digarap KPK Hari Ini

JUMAT, 28 SEPTEMBER 2018 | 06:13 WIB | LAPORAN:

. Direktur Utama PT PLN, Sofyan Basir akan kembali diperiksa untuk kasus korupsi pembangunan PLTU Riau-1 oleh penyidik KPK.

Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN, I Made Suprateka membenarkan kabar pemanggilan bosnya tersebut.

"Iya biasa," singkatnya saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Jakarta, Kamis (27/9).


Made mengatakan, bosnya akan menghadiri panggilan pemeriksaan penyidik KPK itu.

"Kalau memang ada panggilan untuk memberikan keterangan, kapan pun pasti siap hadir," kata Made.

KPK sebelumnya menyatakan bakal memanggil Sofyan untuk dimintai keterangannya sebagai saksi tersangka mantan Menteri Sosial Idrus Marham pada hari ini, Jumat (28/9).

Ini merupakan kali pertama pemeriksaan Sofyan untuk menjadi saksi untuk tersangka Idrus Marham.

"Sebelumnya kami sudah mendalami terkait dengan bagaimana proses sebenarnya sampai pada pembentukan pokok konsorsium dan tahapan-tahapan dari proyek PLTU Riau," kata Jurubicara KPK Febri Diansyah dikantornya, Jakarta, Kamis kemarin.

Namun, Febri enggan menjelaskan materi apa yang akan ditanyakan penyidik dalam pemeriksaan ketiga bos PLN dalam proyek PLTU Riau-1.

Sofyan tercatat sudah diperiksa KPK sebagai saksi untuk tersangka Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eni Maulani Saragih, dan tersangka pemilik saham Blackgold Natural Resources Johannes B Kotjo.

Sebagai informasi, Sofyan juga sudah pernah digeledah oleh tim penindakan KPK. Lokasinya, di rumah dan tempat kerja Sofyan di kantor Pusat PLN, Jakarta. Sejumlah dokumen dan rekaman kamera CCTV diamankan penyidik dari kedua tempat tersebut. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya