Berita

Koalisi #pRoRakyat/RMOL

Politik

Koalisi #ProRakyat Dorong KPK Turun Tangan Tumpas Mafia Pangan

KAMIS, 27 SEPTEMBER 2018 | 15:56 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Koalisi #pRoRakyat menemui pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kantor KPK, Jalan Rasuna Said, Kuninga, Jakarta, Kamis (27/9).

Kedatangan mereka disambut oleh Bagian Pelayanan Informasi dan Komunikasi Publik KPK dan Direktorat PJKAKI-KPK yang mendapat disposisi dari pimpinan KPK.

Delegasi Koalisi #pRoRakyat berjumlah 30 orang, terdiri dari 12 orang dari Gema 77-78 yang mewakili aktivis 77-78 se-Indonesia dan 18 orang Masyarakat Peduli Jakarta (MPJ) yang mewakili kalangan emak-emak sebagai konsumen pangan.


Dalam pertemuan itu, Koalisi #pRoRakyat menyampaikan hasil pengamatan mereka tentang kemelut impor bahan pangan berupa beras, garam, gula, daging, bawang dan lain lain. Menurut mereka, impor pangan sejak lama dinilai telah menimbulkan gejolak dan berulang tanpa penyelesaian yang tuntas.

“Kemelut serta akibat dari ulah mafia pangan, Indonesia dibanjiri impor pangan yang menyengsarakan petani,” jelas Koordinator Delegasi Gema 77-78, Syafril Sjofyan.

Apalagi, sambung Syafril, hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)  telah menyimpulkan terjadi kesalahanan impor komoditas beras, gula, garam, hingga daging sapi akibat penerbitan persetujuan impor yang tidak sesuai kebutuhan dan produksi dalam negeri.

“Atas temuan BPK tersebut dapat disimpulkan ada kebijakan impor pangan selama ini tidak melalui prosedur yang ada,” sambungnya.

Syafril lantas menyinggung sistem kuota impor yang membuat pemain impor pangan menjadi terbatas. Celah ini kemudian diduga dimanfaatkan kelompok tertentu untuk membuat kartel yang dapat mengatur segalanya, termasuk mempengaruhi pengambil keputusan, permainan impor pangan lebih tepat disebut mafia.

“Ini karena mereka menguasai semua lini,” sambungnya.

Sementara itu, Koordinator Delegasi MPJ, Muhammad Irmansyah menilai jumlah impor yang besar dipadu dengan disparitas harga di luar negeri yang lebih murah, membuat bisnis komoditas pangan menjadi mengiurkan ada keuntungan luar biasa yang bisa diraup.

“Diduga kuat ada rekayasa impor yang dilakukan dengan ala mafia melibatkan berbagai eselon dari pejabat-pejabat terkait untuk mengeruk keuntungan dari rente dari bisnis impor beras dan lainnya,” ujarnya.

Atas alasan itu, mereka menduga ada kongkalikong antara importir dengan pejabat terkait. Apalagi Direktur Umum Bulog Budi Waseso telah memberi peringatan tentang adanya kepentingan kelompok yang bermain bukan untuk kepentingan bangsa.

Untuk itu, kehadiran Koalisi #pRoRakyat dimaksudkan untuk meminta KPK segera turun tangan melakukan penyelidikan terhadap pelanggaran atau kesalahan prosedur impor pangan, seperti yang telah dinyatakan dalam hasil audit BPK.

“Kami juga meminta KPK segera menumpas mafia pangan untuk menyelamatkan petani,” tegar Irmansyah.

Koalisi #pRoRakyat juga mendesak Presiden Joko Widodo bertindak cepat dengan memberhentikan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan pejabat lain yang terkait pada temuan BPK tentang kebijakan impor tidak melalui prosedur.

“Apalagi jika terkait dengan praktik mafia pangan melakukan hal di luar prosedur dengan segala macam bentuknya,” tukas Irmansyah. [ian]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Ketua MPR Bicara Islam dan Kemajuan di Forum Mufti Dunia

Jumat, 12 Juni 2026 | 20:15

Cara Reaktivasi MyPertamina agar QR Code Aktif Lagi, Bisa Lewat Website dan Aplikasi

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:57

Dua Akses Stasiun MRT Dukuh Atas Ditutup Imbas Demo

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:54

Sinopsis Backrooms, Film Horor Adaptasi Serial YouTube yang Pecahkan Rekor Box Office

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:44

Demonstran Depan UOB

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:39

Palsukan Tanda Tangan, Bendahara BUMDes Diduga Korupsi Rp1,6 Miliar

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:35

KPK Didesak Naikkan Status Pejabat DJBC Ahmad Dedi ke Penyidikan

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:32

BRI Gelontorkan Dana Rp500 Miliar untuk Buyback Saham

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:14

Jadwal Lengkap Fase Grup Piala Dunia 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 19:13

PDIP Diminta Tertibkan Kader Diduga Terlibat Program MBG

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:47

Selengkapnya