Berita

Megawati dan Jokowi/Net

Politik

Megawati Dan Jokowi Yang Membuat Elektabilitas Tetap Di Puncak

KAMIS, 27 SEPTEMBER 2018 | 00:11 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Sosok Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri dan Presiden yang juga kader PDIP, Joko Widodo merupakan dua sosok yang membuat elektabilitas PDIP dan Jokowi tetap berada di atas.

Demikian disampaikan politisi PDIP, Maruarar Sirait saat menjadi narasumber dalam rilis survei Indikator Politik Indonesia di kawasan Cikini, Jakarta, Rabu (26/9).

Selain Maruarar dan Direktur Eksekutif Indikator Burhanudin Muhtadi, hadir juga sebagai narasumber politisi Partai Golkar Bambang Soesatyo, politisi Partai Gerindra A. Riza Patria dan politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera.


Berdasarkan survei Indikator, elektabitas Jokowi-Maruf Amin adalah 57.7 persen, sementara elektabilitas Prabowo-Sandi berada di angka stagnan, yaitu 32,3 persen. Di saat yang sama, elektabilitas PDI Perjuangan masih berada di puncak, yaitu 22,9 persen.

Menurut Maruarar, sosok Megawati merupakan sosok yang menjaga soliditas partai. Sehingga dengan soliditas partai yang berada dalam arahan Megawati, tingkat loyalitas kader kepada Jokowi sangat tinggi.

"Di internal, Mbak Mega adalah sosok ideologis yang mensolidkan partai. Maka PDI Perjuangan merupakan partai yang selalu di atas. Kita tidak sombong, namun sejarah juga mencatat, PDI Perjuangan adalah partai yang mencatat sejarah sebab sudah dua kali memang Pemilu yaitu tahun 1999 dan tahun 2014. Partai lain belum ada," tegas Maruarar Sirait.

Ketua Umum Taruna Merah Putih (TMP) ini menekankan bahwa Megawati memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga dan mempertahankan suara partai. Hal itu karena Megawati merupakan ideolog partai yang mampu membuat partai tetap solid dan terus-menerus memperjuangkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat.

"Kemampuan Ibu Megawati menyolidkan dan menjaga Pancasila inilah yang menjadikan PDI Perjuangan masih dicintai dan dipercaya rakyat," ujarnya.

Sementara Jokowi, sambung Maruarar, merupakan sosok yang menjaga magnet elektoral dari luar. Hal ini terekam dari survei Indikator yang berdasarkan surveinya, elektabilitas Jokowi berada di angka 57.7 persen. Artinya, Jokowi mampu merangkul dan menjadi titik temu berbagai kelompok suku, agama, dan sisi primordialistik lainnya.

"Elektabitas PDIP 22,9 persen, sementara elektabilitas Jokowi 57,7 persen. Jokowi memang merupakan sosok negarawan yang mampu mengelola dan merangkul tokoh, masyarakat, dan berbagai kelompok," demikian Maruarar.

Sementara itu, Burhanudin mengaakan bahwa survei Indikator dilakukan dalam rentang waktu 1-6 September 2018. Jumlah responden dalam survei ini sebanyak 1.220 orang yang merupakan warga negara Indonesia yang telah memiliki hak pilih pada Pemilu 2019. Responden ini dipilih secara acak atau multistage random sampling.

"Margin of error rata-rata dari survei dengan ukuran sampel tersebut sebesar kurang lebih 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Survei dilakukan dengan wawancara langsung atau tatap muka," demikian Burhan. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Waspadai Modus Penipuan Mengatasnamakan Bantuan Sosial

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:21

Ayam Mati di Lumbung Listrik

Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:04

Narasi 'Sell Indonesia' Manipulatif

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:52

Krisis 1998 Meninggalkan Trauma Strategis

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:28

Titin Rita Lestari, Air Mata yang Tak Sempat Jatuh

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:09

Sangat Janggal Kejagung Tak Periksa Nanik S Deyang

Sabtu, 13 Juni 2026 | 05:01

BUMD Didorong Bertransformasi sebagai Lokomotif Ekonomi Daerah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:35

Farhan Pastikan Bandung Aman Hadapi Musim Liburan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:19

Bosnia-Herzegovina Gagal Bungkam Tuan Rumah Kanada

Sabtu, 13 Juni 2026 | 04:07

Jaringan Narkoba Sumsel-Jabar Dibongkar Polisi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 03:35

Selengkapnya