Berita

Kesehatan

Konsumsi Sayuran Masyarakat Indonesia Minim, Awas Beberapa Penyakit Ini Mengintai

RABU, 26 SEPTEMBER 2018 | 14:30 WIB | LAPORAN:

Edukasi kepada masyarakat merupakan kunci untuk meningkatkan konsumsi sayuran di Indonesia yang kondisinya saat ini masih rendah.

Direktur Southeast Asian Food & Agricultural Science & Technology SEAFAST Center, LPPM-IPB, Nuri Andarwulan mengatakan, padahal menanam sayur hal yang mudah dan sederhana.

"Padahal untuk bertanam sayuran itu bukanlah hal yang sulit bisa dilakukan di lahan sempit sekalipun, dengan demikian persoalan pasokan seharusnya bukan lagi menjadi kendala," kata Nuri melalui keterangannya, Rabu (26/9).


Dia menambahkan, data menunjukkan konsumsi sayuran dan buah-buahan di Indonesia baru mencapai 180 gram per kapita per hari, masih jauh dari standar organisasi kesehatan dunia (WHO) sebesar 400 gram per kapita per hari.

Nuri berujar distribusi masih menjadi kendala mengapa konsumsi sayuran di Indonesia masih rendah. Ia mencontohkan, harga di sentra produksinya masih terjangkau tetapi ketika sudah sampai di luar sentra produksi (kota-kota besar) terkadang harganya menjadi sangat mahal.

"Kalau harganya mahal maka masyarakat akan lebih memprioritaskan kebutuhan karbohidrat terlebih dahulu sebagai sumber energi dalam hal ini beras. Padahal sayuran tersebut sangat penting sebagai sumber serat pangan, vitamin, dan mineral yang bermanfaat bagi kesehatan pencernaan," paparnya.

Nuri menjelaskan untuk kawasan perkotaan karena harga sewa lahan sudah demikian mahal, maka solusinya adalah bertanam sendiri di lahan terbatas untuk memenuhi kebutuhan sayuran. Untuk mencapai hal itu membutuhkan edukasi agar masyarakat sadar pentingnya mengkonsumsi sayuran.

"Untuk mengedukasi masyarakat bukan tugas dari Kementerian Pertanian saja, mengingat mereka saat ini sedang fokus kepada upaya-upaya mendorong swasembada pangan melalui program Pajale (Padi, Kacang, Kedelai)," ujar Nuri.

Nuri menjelaskan bagi orang dewasa membutuhkan 2.200 kalori sebanyak 50-55 persen berasal karbohidrat (nasi),  30-35 persen lemak, sedangkan sisanya dari protein.

Untuk sayuran dan buah-buahan merupakan vitamin dan mineral untuk memenuhi kebutuhan serat pangan yang bermanfaat bagi kesehatan saluran pencernaan.

Konsumsi sayuran dan buah yang rendah dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan dengan munculnya berbagai penyakit degeneratif, obesitas, kardiovaskular, dan diabetes. [fiq]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Gibran Tanpa Ijazah

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:26

Prabowo dan Presiden FIFA Bakal Saksikan Laga Indonesia Versus Thailand

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:07

GPNN: Listyo Berhasil Ubah Kultur Kerja Polri

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:47

Wantimpres Bukan Sekadar Membenarkan Keputusan Kekuasaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:20

Indonesia Akhiri Asian Games 2026 dengan 5 Emas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:03

95 Persen Aspirasi Buruh Diklaim Masuk RUU Ketenagakerjaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:45

DPR Yakin Merger BUMN Mampu Dongkrak Dividen

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:19

Putusan Sidang Etik Mantan Kasat Reskrim Jakpus Dipertanyakan Kuasa Hukum

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:56

Densus 88 Sikat 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:35

Ketum PPP Targetkan Satu Fraksi di DPRD Surabaya pada Pemilu 2029

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:23

Selengkapnya