Berita

Rouhani/Reuters

Dunia

Rouhani: Iran Tidak Mau Perang, Sanksi, Ancaman Dan Perundungan

RABU, 26 SEPTEMBER 2018 | 07:18 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Iran Hassan Rouhani mengecam kebijakan Amerika Serikat di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump yang tidak bersahabat terhadap negaranya.

Hal itu disampaikan Rouhani dalam pidatonya di Majelis Umum PBB pada Selasa (25/9). Dia menekankan bahwa Amerika Serikat telah melancarkan perang ekonomi terhadap Iran dengan menerapkan kembali sanksi sepihak, yang dicabut di bawah kesepakatan nuklir multinasional 2015 sebagai imbalan bagi Teheran yang membatasi program nuklirnya.

"Kebijakan Amerika Serikat vis-à-vis Republik Islam Iran telah salah sejak awal, dan pendekatannya untuk menolak keinginan rakyat Iran sebagaimana yang dimanifestasikan dalam banyak pemilu ditakdirkan untuk gagal," kata Rouhani seperti dimuat Reuters.


Diketahui bahwa Trump menarik Amerika Serikat dari perjanjian 2015 pada bulan Mei lalu, dan pemerintahannya memberlakukan kembali sanksi terhadap Iran pada bulan Agustus. Sanksi yang lebih keras terhadap minyak dan sektor perbankan Iran diperkirakan akan diterapkan pada bulan November.

"Perang ekonomi yang telah dimulai Amerika Serikat di bawah rubrik sanksi baru tidak hanya menargetkan rakyat Iran tetapi juga memerlukan dampak yang merugikan bagi rakyat negara-negara lain, dan bahwa perang telah menyebabkan gangguan dalam keadaan perdagangan global," tegas Rouhani.

"Apa yang dikatakan Iran jelas: tidak ada perang, tidak ada sanksi, tidak ada ancaman, tidak ada bullying atau perundungan. Hanya bertindak sesuai dengan hukum dan pemenuhan kewajiban," demikian Rouhani. [mel]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Iran Tak Terima Dituding Langgar Gencatan Senjata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:21

Riak Penolakan Jokowi di Lampung, Baliho Sambutan Raib

Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:01

Ramai di Medsos, Purbaya Respons Pajak Pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:59

Ajukan Kasasi, Kerry Riza Anggap Putusan PT DKI Janggal

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:46

Harga Minyak Anjlok ke Level 71 Dolar AS

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:39

bank bjb Perluas Kolaborasi dengan Whuush Ojol, Kadin Jabar dan MUJ

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:38

AS Serang Target Militer Iran, Balas Serangan Drone terhadap Kapal Kargo di Selat Hormuz

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:21

Emas Antam Naik Usai Mandek Dua Hari Beruntun

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:09

Trump Sebut Iran Lakukan Pelanggaran Bodoh Terkait Pelanggaran Gencatan Senjata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:51

Emas Rebound 1,3 Persen usai Data Inflasi AS

Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:33

Selengkapnya